Logo Header Antaranews Jogja

Sleman akan perbaiki jalan di KRB II

Selasa, 29 September 2015 19:26 WIB
Image Print
Merapi (Foto Antara/Sigit Kurniawan)

Sleman, (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memperbaiki jalan rusak di Kawasan Rawan Bencana II Gunung Merapi di jalur Glagah-Sidorejo meski jalur tersebut bukan termasuk jalur evakuasi untuk bencana.

"Kami akan melakukan perbaikan jalan yang melewati beberapa dusun di Kecamatan Cangkringan tersebut, meski bukan jalur evakuasi bencana. Perbaikan jalan tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten," kata Penjabat Bupati Sleman Gatot Saptadi di Sleman, Selasa.

Menurut dia, secara prinsip status jalan kabupaten ataupun jalan desa tetap menjadi tanggung jawab pemerintah setempat.

"Tanggung jawab tersebut di antaranya melakukan pemeliharaan. Jika jalan rusak harus diperbaiki, sesuai dengan kewenangannya. Apalagi, jalan tersebut merupakan alternatif dari Klaten ke Sleman. Meski bukan sebagai jalur evakuasi, penting untuk menunjang aktivitas masyarakat setempat," katanya.

Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan Heri Suprapto, mengatakan memang jalan yang rusak hampir sekitar empat kilometer tersebut bukan termasuk jalur evakuasi.

"Jalan tersebut memang bukan jalur evakuasi karena arahnya dari timur ke barat dan sebaliknya. Kalau jalur evakuasi dari utara ke selatan," katanya.

Heri mengatakan, meski demikian jalan tersebut cukup penting, karena selain sebagai alternatif jalan yang menghubungkan dua kabupaten, juga siswa sekolah selalu menggunakannya.

"Ada beberapa sekolah juga di sana. Itu untuk kepentingan anak sekolah juga," katanya.

Sebelumnya diberitakan, beberapa jalan beraspal di Kawasan Rawan Bencana II Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang saat ini kondisinya rusak parah akibat lalu lalang truk angkutan pasir, sengaja dibiarkan rusak dan belum akan diperbaiki.

"Beberapa jalan memang kondisinya rusak parah, jalan yang sebelumnya beraspal saat ini sudah seperti jalan tanah. Namun kondisi tersebut sengaja dibiarkan karena jika memang diperbaiki nantinya tidakak akan bertahan lama, karena masih digunakan untuk truk penambangan pasir," kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Kabupaten Sleman Mirza Anfansury.

Menurut dia, kondisi jalan yang rusak tersebut memang banyak dikeluhkan, terutama di sebelah timur Hunian Tetap (Huntap) Pagerjurang, Desa Kepuharjo.

"Selain itu beberapa jalur yang ada di Desa Glagaharjo dan Umbulharjo juga banyak yang rusak," katanya.

Ia mengatakan, pada 2012 DPUP Kabupaten Sleman sempat memperbaiki kondisi jalan yang rusak akibat aktivitas penambangan pasir, namun jalan yang sudah mulus beraspal lagi tersebut juga tidak berumur lama.

"Pada 2012 kami sempat melakukan perbaikan setelah jalan rusak parah akibat lalu lintas truk pasir, namun pada 2013 jalan mulai rusak lagi karena digunakan untuk akses truk pengakut pasir," katanya.

Mirza mengatakan, pihaknya selama ini sudah menyarankan agar aktivitas truk pengangkut pasir tidak melewati jalur tersebut, namun saran tersebut tidak dilaksanakan.

"Kami sudah sarankan, tapi tetap saja dilewati. Sekarang pun masih, meski tak sebanyak dulu. Ya sudah perbaikan jalan ditunda dulu. Kalaupun nantinya diperbaiki, hanya akan sia-sia saja, kami sampai kini belum akan melangkah. Tidak tahu pasti akan sampai kapan," katanya.***1***

(V001)




Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026