Layanan psikologi di Puskesmas Yogyakarta semakin diminati

id Layanan psikologi di Puskesmas Yogyakarta semakin dimina

Layanan psikologi di Puskesmas Yogyakarta semakin diminati

Ilustrasi (Antaranews)

Yogyakarta,(Antara Jogja) - Layanan psikologi di seluruh puskesmas di Kota Yogyakarta yang dibuka untuk pertama kali pada Juli 2010 kini semakin diminati tercermin dari terus meningkatnya jumlah warga yang mengaksesnya.

"Pada awal dibuka, belum banyak warga yang tahu sehingga hanya sedikit yang memanfaatkannya. Kini, rata-rata 50 hingga 100 warga yang mengakses layanan psikologi di tiap puskesmas perhari," kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Lana Unwama di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta terus berusaha memperbaiki kualitas layanan psikologi di tiap puskesmas dengan menambah tenaga psikolog.

Sejak dua tahun lalu, setiap puskesmas sudah memiliki satu psikolog. Sebelumnya, satu psikolog mengampu dua puskesmas sehingga tidak bisa praktik setiap hari. Di Kota Yogyakarta terdapat 18 puskesmas.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk membuka layanan psikologi di tiap puskesmas.

Warga yang mengakses layanan tersebut dikenai biaya Rp7.000 atau jika pasien merupakan warga Kota Yogyakarta yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu tanda penduduk (KTP) maka warga yang bersangkutan bisa mengakses layanan itu secara gratis karena sudah ditanggung jaminan kesehatan daerah.

"Layanan diberikan sesuai jam operasional puskesmas yaitu Senin sampai Sabtu," katanya.

Lana menambahkan, layanan tersebut tidak hanya dibatasi untuk warga yang mengalami gangguan mental atau jiwa, tetapi bisa dimanfaatkan oleh warga yang mengalami gangguan belajar, sulit memusatkan perhatian, atau kasus kenakalan remaja.

"Gangguan mental dalam skala ringan hingga sedang sebenarnya banyak dialami oleh warga, termasuk di Kota Yogyakarta," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Agus Sudrajat mengatakan, tidak semua penyakit bisa diobati dengan mengonsumsi obat-obatan.

"Ada penyakit yang sebenarnya bisa ditangani dengan layanan konsultasi psikologi. Ini yang kemudian menjadi perhatian kami dan selanjutnya membuka layanan psikologi di puskesmas," katanya.

Berdasarkan hasil studi, Agus mengatakan empat dari 10 warga berpotensi mengalami gangguan mental.

"Harapanya, kasus gangguan mental bisa ditangani sejak dini sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih mudah," katanya.

(E013)
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar