Pengrajin minta Pemda DIY perkuat kualitas perak

id perak

Pengrajin minta Pemda DIY perkuat kualitas perak

Ilustrasi (Foto antaranews.com)

Yogyakjarta (Antara Jogja) - Para Pengrajin di Kotagede, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong Pemerintah Daerah setempat menguatkan daya saing atau kualitas produksi melalui pemberian insentif serta penguatan promosi.

"Kami berharap agar pengrajin perak di Kotagede dapat diperkuat kualitas produksinya dan tidak dibiarkan punah," kata Wakil Ketua Asosiasi Perajin dan Pengusaha Kecil Mataram (Asperam) Yogyakarta, Pandit Anggoro Triprasetyo di Yogyakarta, Minggu.

Menurut Pandit, tanpa melengkapi peralatan produksi berbasis teknologi, berbagai bahan baku perak sulit dicapai oleh pengrajin menjadi barang jadi atau kerajinan.

Ia mengatakan pemberian insentif dengan alat produksi berbasis teknologi dapat menjadi terobosan para pengrajin meningkatkan hasil produksi.

"Dengan teknologi dimungkinkan akan mampu menekan biaya operasional karena proses pembuatan lebih cepat," kata dia.

Saat ini, menurut dia, satu pengrajin di Kotagede rata-rata hanya mampu mencetak hasil produksi dengan jumlah rata-rata 10 unit dalam sehari.

Dengan begitu, lanjut dia, kerajinan di Kotagede tentunya masih berat untuk bersaing dengan produk kerajinan perak dari daerah lain atau negara lain.

"Tentu masih berat bersaing karena seperti proses pembuatan kerajinan perak di Jawa Timur saja rata-rata mampu mencapai 100 unit per hari," kata dia.

Oleh sebab itu, ia menilai, promosi serta penguatan fasilitas teknologi menjadi kunci utama upaya mempertahankan eksistensi pengrajin perak di Kotagede.

"Dengan penguatan bantuan teknologi juga mereka akan mampu meningkatkan jumlah dan kualitas produksi dalam sehari sehingga harga berani bersaing," kata dia.

Menurut dia, sebagian besar pengrajin perak di Kota Gede telah beralih profesi, antara lain menjadi tukang batu, pedagang

asongan, dan bisnis kuliner karena sepi pesanan.

"Mereka sebagian memilih beralih profesi disebabkan tidak berani berspekulasi karena sepi pesanan," kata dia.

L007
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar