Pemkab Bantul gelar Shalat Istisqa

id shalat

ilustrasi (foto Antara)

Bantul (Antara Jakarta) - Aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama masyarakat muslim setempat menggelar shalat Istisqa guna memohon hujan di Lapangan Trirenggo, depan Rumah Dinas Bupati Bantul, Jumat pagi.

Shalat meminta hujan yang diikuti jamaah terdiri atas aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, serta siswa sekolah tersebut, dengan imam dan khatib Khaliq Shifa yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bantul.

Khaliq Shifa dalam khotbahnya mengatakan musim kemarau panjang yang terjadi pada 2015 telah mengakibatkan banyak ternak stres, bahkan mati, kemudian waduk dan sumber-sumber air mengering hingga terjadi kekeringan.

Tidak hanya itu, katanya, bencana kabut asap karena dampak kebakaran hutan di Indonesia terus terjadi, sehingga mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu dan sejumlah penerbangan lumpuh.

"Setidaknya masih ada sekitar 500 titik lebih api masih membara, maka harapan besar adalah turun hujan, sehingga api mati dan kabut asap hilang, namun sampai saat ini hujan belum turun," katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat dan jajaran Pemkab Bantul untuk selalu memanjatkan syukur dan doa memohon ampunan kepada Tuhan supaya musibah yang melanda negeri ini tidak berlarut-larut.

"Mudah-mudahan shalat Istisqa ini merupakan bentuk permohonan ampun dosa dan kesalahan dan permohonan kita kepada Allah supaya turun hujan dan mengeluarkan musibah yang menimpa di negeri ini," katanya.

Staf Ahli Bupati Bantul Mahmudi mengatakan shalat Istisqa itu menindaklanjuti surat telegram dari Kepala Staf Angkatan Darat Republik Indonesia Nomor ST/3031/2015 tertanggal 27 Oktober 2015 tentang perintah untuk melaksanakan shalat Istisqa.

"Selain itu juga hasil koordinasi Forkompinda Bantul pada 28 Oktober guna menyikapi musim kemarau panjang dan bencana kabut asap yang melanda Indonesia," kata Mahmudi. 

KR-HRI
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar