Bupati : sanimas konsekuensi untuk pemukiman padat

id sanitasi

Bupati : sanimas konsekuensi untuk pemukiman padat

Kabupaten Sleman (Foto Istimewa)

Sleman (Antara Jogja) - Penjabat Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gatot Saptadi mengatakan sanitasi berbasis masyarakat atau sanimas sistem instalasi pengolah air limbah komunal merupakan konsekuensi logis semakin padatnya permukiman dan semakin tumbuhnya industri.

"Selam merupakan kabupaten yang tumbuh cukup pesat baik perkembangan industri maupun kawasan permukiman," kata Gatot Saptadi saat persemian Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) sistem Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) Komunal di Padukuhan Joho, Depok, Sleman, Rabu.

Menurut dia, masyarakat harus memberi perhatian khusus dan bijak dalam mengelola dan melaksanakan pembangunan agar terwujud kesinambungan pembangunan dan tetap terjaganya kelestarian alam lingkungan.

"Pemkab Sleman juga mengapresiasi warga Dero yang memperindah lingkungan dengan pembangunan gapura dan membangun jalan dengan konblok sehingga akan nyaman untuk dilalui," katanya.

Ia mengatakan, pemerinrtah daerah juga menyampaikan apresiasi karena di tengah lingkungan perkotaan namun gotong royong warga masih tetap dijaga dengan baik.

"Saat ini di wilayah Kabupaten Sleman memiliki 195 Kelompok Sampah Mandiri (KSM)/ Bank sampah, ke depan Pemerintah Kabupaten Sleman akan terus memotivasi dan melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar dapat melakukan pengelolaan sampah secara mandiri," katanya.

Gatot mengatakan, saat ini beberpa kelompok bank sampah yang ada di Sleman sudah mampu memperoleh manfaat ekonomi dari adanya bank sampah.

"Ke depan sampah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Pemerintah Desa Condongcatur, Depok, Sleman melalui Anggaran Satuan kerja Penyehatan Lingkungan DIY tahun 2014 berhasil membangun Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) sistem Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) Komunal di Padukuhan Joho.

Ketua KSM Sengkat Sehat Tri Wisono mengatakan, pembangunan tersebut menggunakan dana dari DIY sebesar Rp400 juta dan dana swadaya masyarakat Rp4.3 juta ditambah dengan swadaya penyambungan perpipaan sekitar Rp23 juta. "Sanimas ini dimanfaatkan 56 KK dengan 307 jiwa," katanya.

(V001)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar