Daop VI Yogyakarta tangkap pencuri kabel kereta

id kabel kereta api

Daop VI Yogyakarta tangkap pencuri kabel kereta

Ilustrasi, kereta api Stasiun Lempuyangan Yogyakarta (Foto Antara/Dok)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Seorang pencuri kabel tembaga penyambung panel listrik antarkereta di Dipo Lokomotif Stasiun Tugu Yogyakarta tertangkap, Kamis.

"Pencuri tersebut kemudian dibawa ke Polsek Gedongtengen Yogyakarta untuk diperiksa sekaligus barang bukti berupa kabel hasil curian," kata Manager Corporate Communications PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta Gatut Sutiyatmoko di Yogyakarta.

Gatut mengatakan, pencuri berinisial S (42) yang beralamat di Jalan Kabupaten Mbiru Sleman tersebut telah mengelupas dan memotong-motong kabel tembaga hasil curiannya sehingga diindikasikan kabel tersebut akan dijual.

Kasus bermula dari kecurigaan petugas di Dipo Lokomotif Tugu Yogyakarta yang kehilangan empat kabel tembaga yang sedianya akan dipasang di panel listrik kereta.

Setelah ditelisik ke seluruh pegawai yang ada di Dipo Lokomotif, terdapat satu pegawai yang mencurigakan karena selalu terlihat resah. "Ia pun kemudian dicurigai sebagai orang yang bertanggung jawab atas hilangnya kabel tersebut," katanya.

Guna membuktikan kecurigaan tersebut, Petugas Kepolisian Khusus Kereta Api dan pegawai Dipo Lokomotif kemudian mendatangi rumah pegawai yang dicurigai tersebut karena pegawai yang bersangkutan kebetulan sudah pulang ke rumah. Pegawai berasal dari petugas kebersihan yang dipekerjakan oleh vendor.

"Pegawai kebersihan itu kemudian mengaku mengambil kabel dan diminta menunjukkan kabel yang dicurinya. Ternyata, kabel masih disimpan di dua lokasi di sekitar dipo," katanya.

Kasus tersebut kemudian ditangani kepolisian dan merupakan kasus pencurian kabel tembaga pertama yang terjadi di Dipo Lokomotif Tugu Yogyakarta.

"Meskipun harga kabel yang dicuri tidak terlalu besar, namun kami tetap membawa kasus ini ke kepolisian sebagai `shock therapy` agar tidak ada kasus serupa di kemudian hari," katanya.

Kabel tembaga tersebut memiliki fungsi mengalirkan listrik antar kereta sehingga jika kabel tersebut dipotong maka tidak akan ada aliran listrik ke kereta. "Akibatnya, lampu penerangan, pendingin ruangan atau peralatan listrik lain di kereta tidak bisa digunakan," katanya.

Sebelumnya, PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta mengintensifkan sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api akibat maraknya kasus pelemparan ke kereta yang sedang melintas.

Sosialisasi dilakukan di beberapa sekolah dan desa yang terletak di sekitar jalur keerta api. PT KAI Daop VI Yogyakarta mencatat, pelaku kasus pelemparan kereta api biasanya masih anak-anak sehingga tidak mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat tindakan yang dilakukan. ***2***

(E013)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar