Dispar DIY dorong Pokdarwis diversifikasi desa wisata

id Dispar DIY dorong Pokdarwis diversifikasi desa wisata

Desa Wisata Puton "Watu Ngelak", Jetis, Bantul, DIY (FOTO ANTARA/Nur Kartika/ags/13)

Yogyakarta (Antara Jogja)- Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong kelompok sadar wisata di masing-masing kabupaten mengupayakan diversifikasi tema desa wisata sehingga tidak terjadi persaingan dalam meningkatkan jumlah kunjungan.

"Diversifikasi perlu dilakukan agar tidak monoton dan tidak bersaing antardesa wisata," kata Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Arya Nugrahadi di Yogyakarta, Rabu.

Arya mengatakan dengan menonjolkan komoditas yang serupa, maka masing-masing desa wisata tetap memiliki kemungkinan melakukan perang tarif untuk meningkatkan kunjungan.

Dia menyebutkan jumlah desa wisata terdaftar di lima kabupaten/kota berjumlah 122, dengan sebaran 38 desa wisata di Sleman, 14 di Gunung Kidul, 27 di Kota Yogyakarta, 33 di Bantul, dan 10 di Kulon Progo.

"Tema sejumlah desa wisata yang telah berdiri tersebut, terdiri atas desa wisata alam, desa wisata kerajinan, serta budaya lokal," kata dia.

Menurut Arya, saat ini banyak permohonan pembentukan desa wisata baru. Setiap pekan, menurut dia, rata-rata ada empat pengajuan desa wisata baru.

"Bagus jika terus bertambah namun tentu kami harapkan (tema) tidak sama semua," kata dia.

Selain untuk menghindari perang tarif, menurut Arya, diversifikasi tema desa wisata juga akan signifikan mendongkrak kunjungan serta lama tinggal wisatawan baik lokal maupun mancanegara di Yogyakarta.

"Apalagi Yogyakarta masih memiliki banyak daya tarik yang berpotensi dikembangkan di sektor wisata," kata dia.

Ia juga berharap masing-masing desa wisata terus meningkatkan penyelenggaraan "event" budaya yang menonjolkan ciri khas atau daya tarik desa masing-masing.

"`Event` budaya di masing-masing desa wisata selama ini terbukti mendongkrak jumlah kunjungan wisata," kata dia.***1***

(T.L007)
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar