Pantai Samas akan dilengkapi rumah makan apung

id rumah makan apung

Ilustrasi, pedagang ikan laut di Tempat Pelalangan Ikan (Foto ANTARA/Mamiek)

Bantul, (Antara Jogja) - Kawasan Pantai Samas, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan dilengkapi sejumlah rumah makan apung guna meningkatkan daya tarik wisatawan berkunjung ke objek wisata itu

"Pembangunan rumah makan apung di Pantai Samas sudah dimulai, mudah-mudahan di pertengahan Desember nanti sudah selesai dan segera kami luncurkan," kata Kepala Desa Srigading Wahyu Widodo di Bantul, Kamis.

Menurut dia, rumah makan apung yang dibangun dengan anggaran dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang direalisasikan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul itu sebagai salah satu upaya pengembangan kawasan Pantai Samas.

Ia mengatakan, apalagi di ujung timur Pantai Samas, tepatnya di kawasan Pengklik telah berdiri sebuah Pondok Wisata yang saat ini tengah dalam pengembangan, selain itu juga telah dilengkapi dengan tambatan perahu.

Wahyu Widodo mengatakan, rumah makan apung tersebut dibangun di atas laguna Pantai Samas, dan tahap awal ini rencananya dibangun empat unit.

Menurut dia, kawasan Pantai Samas yang saat ini sudah dilengkapi dengan tambatan perahu, pondok wisata dan sejumlah fasilitas pendukung pariwisata nantinya akan disulap menjadi sebuah kawasan wisata berbasis kuliner dan budaya.

"Kalau konsep dasarnya tempat ini akan kami buat sebagai sentra kuliner dan panggung budaya, karena kebetulan Desa Srigading adalah desa budaya. Di setiap dusun di desa kami minimal ada dua sampai tiga kelompok budaya," katanya.

Sementara itu, dari sisi kuliner, rumah makan apung dan penjual makanan yang berada di dalam pondok wisata akan menyediakan menu olahan hasil laut, bebek goreng dan menthok goreng sebagai menu andalan di tempat ini.

Sedangkan dari sisi kebudayaan, pihaknya merencanakan, ada pementasan kesenian secara bergiliran dari kelompok-kelompok seni yang ada di Desa Srigading, di antaranya, jathilan, reog wayang orang, ketoprak dan tari khas warga Pesisir Samas maheso suro.

"Dengan demikian, nantinya wisatawan yang datang ke Pantai Samas bukan hanya menikmati kuliner saja, akan tetapi juga ada suguhan pementasan kesenian dari masyarakat," katanya.

Ia juga mengatakan, kawasan Pantai Samas ini juga akan diintregasikan dengan wisata hutan mangrove yang ada di sebelah timur, karena wisatawan dapat menggunakan jasa perahu untuk menyususuri hutan mangrove di sepanjang laguna Pantai Samas hingga Pantai Depok.***1***

(KR-HRI)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar