Stok darah PMI Bantul aman akhir tahun

id stok darah

Stok darah PMI doc (Foto Antara/Noveradika)

Bantul (Antara Jogja) - Palang Merah Indonesia Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan stok darah yang dimiliki aman untuk memenuhi kebutuhan pasien hingga akhir tahun 2015.

"Kalau gambaran secara umum stok darah sampai saat ini kalau hingga akhir tahun masih aman, meskipun ada penurunan jumlah pedonor," kata Seksi Pencarian dan Pelestarian Donor Darah Sukarela PMI Bantul, Lutfi Nur Fajar di Bantul, Senin.

Menurut dia, stok darah yang disimpan PMI Bantul sampai Senin (28/12) siang sebanyak 121 kantong yang meliputi 41 kantong golongan darah A, 48 kantong golongan darah B, 28 kantong golongan darah O, empat kantong golongan darah AB.

"Untuk (golongan darah) AB saat-saat ini memang paling sulit didapat, namun permintaan antara pedonor dengan permintaan darah AB seimbang, sehingga kalau empat kantong yang kita miliki sudah aman," katanya.

Ia juga mengatakan, kebutuhan darah untuk memenuhi permintaan pasien yang datang ke PMI Bantul setiap hari rata-rata sepuluh kantong, meski begitu jumlah pedonor darah yang dilayani unitnya per harinya juga hampir sama.

Namun demikian, kata dia, jika permintaan darah di PMI Bantul berlebih hingga tidak dapat disuplai dari unitnya, maka pihaknya meminta bantuan PMI kantor cabang kabupaten/kota di DIY yang mempunyai stok berlebih agar bisa mendukung pemenuhan darah.

"Kami punya jejaring dengan PMI seluruh DIY, sehingga PMI yang punya stok darah berlebih bisa saling memasok, namun yang jadi rujukan itu PMI Yogyakarta, karena sebagai pusat pemerintahan banyak kegiatan donor," katanya.

Lutfi Nur Fajar mengatakan, selain saling mendukung dalam pemenuhan permintaan darah pasien, juga ketika PMI Yogyakarta mempunyai agenda donor darah massal yang padat, pihaknya siap mengambil alih salah satu kegiatan tersebut.

"Kami juga mengantisipasi agar stok darah di PMI Bantul tersedia terus dengan mengundang pedonor ke sini (PMI). Total jumlah pedonor aktif di Bantul saat ini sekitar 700 pedonor dan maksimal 800 pedonor," katanya.

(KR-HRI)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar