
Bantul perlu mantapkan data warga eks Gafatar

Bantul (Antara) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, perlu memantapkan data warga eks anggota Gerakan Fajar Nusantara asal daerah ini yang dipulangkan dari wilayah eksodusnya di Kalimantan Barat.
"Data sementara (warga Bantul eks Gafatar) sesuai informasi yang kami terima ada sekitar 80-an orang, namun itu kan perlu dimantapkan lagi setelah dikirim ke DIY," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bantul, Suarman di Bantul, Rabu.
Pihaknya mengakui berapa data warga eks anggota Gafatar asal DIY termasuk Bantul masih belum pasti sebab dari beberapa versi menyebutkan data tidak sama, sehingga perlu pendataan lagi untuk memastikan berapa data khususnya dari Bantul.
"Datanya memang macam-macam ada yang mengatakan 80 orang, ada yang 83 orang ada yang 87 orang, karena itu baru informasi dari beberapa versi, sehingga belum pasti, dan untuk memastikan itu setelah mereka dikirim ke Youth Center DIY," katanya.
Ia mengatakan, sebab informasi yang pihaknya terima sebagian warga eks anggota Gafatar dipulangkan dari Kalimantan Barat melalui laut untuk ditampung di asrama haji Donohudan Boyolali, sebelum dikirim ke daerah asal masing-masing.
Suarman mengatakan, pendataan kembali warga eks anggota Gafatar tersebut diperlukan untuk menenukan langkah penanganan selanjutnya oleh pemerintah daerah, sebab mereka yang dipulangkan memiliki karakter yang tidak sama satu dengan yang lain.
"Mereka kan dipulangkan secara paksa karena tempatnya di Kalimantan ditolak warga, dengan begitu secara logika bukan karena kesadaran sendiri, sehingga ada kemungkinan tidak mau pulang ke rumah, nah yang begini bagaimana perlu dipikirkan," katanya.
Ia mengatakan, begitu juga dengan warga eks anggota Gafatar meskipun bersedia dipulangkan namun bukan berarti pihak keluarga atau masyarakat menerima kembali di tengah mereka, yang seperti ini menurutnya juga perlu didata dan bagaimana penanganannya.
"Apalagi saya mendengar banyak dari mereka (eks Gafatar) yang sudah menjual harta benda dan rumah untuk mengikuti gerakan itu, sehingga sudah tidak punya apa-apa selain keluarga. Makanya kami butuh data untuk dicarikan solusi," katanya.
Sementara itu, ia mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi sementara dalam rangka persiapan menerima kiriman eks anggota Gafatar setelah ditampung di Youth Center DIY, pihaknya menyiapkan tiga tempat alternatif untuk bisa digunakan sebagai penampungan sementara.
"Tiga tempat alternatif itu, yaitu pertama gedung Mess Persiba, kedua Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) Sewon dan Pondok Pemuda di Ambarbinangin Kasihan. Namun untuk pasti tempatnya perlu dibahas lagi," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta : Heri Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
