
Petani Bantul kekurangan pestisida kendalikan serangan wereng

Bantul, (Antara Jogja) - Kelompok Tani Pedukuhan Baros, Desa Tirtohargo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih kekurangan pestisida untuk mengendalikan serangan hama wereng batang coklat yang melanda lahan garapan mereka.
"Kemarin sudah dibantu pestisida dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul untuk pengobatan sawah yang terkena wereng coklat, namun tetap masih kurang," kata anggota Kelompok Tani Baros, Desa Tirtohargo, Kristiyawan di Bantul, Rabu.
Menurut dia, kurangnya pestisida untuk mengendalikan serangan hama pengisap air batang padi itu karena tanaman padi milik kelompok tani masih diserang wereng, meskipun sebelumnya sudah dikendalikan dengan penyemprotan pestisida.
"Pengobatan waktu itu bisa dikatakan berhasil namun ya tidak, kalau gagal juga tidak, jadi cuma setengah-setengah, obatnya (pestisida) jelas kurang karena kemarin kelompok hanya diberikan delapan liter pestisida," katanya.
Pihaknya tidak mengetahui apakah akan ada distribusi pestisida lagi kepada kelompok tani yang lahannya terkena wereng batang coklat, sebab saat pertemuan dengan para mantri tani lalu setiap kelompok tani hanya diberikan delapan liter.
Kristiyawan mengatakan, karena petani kekurangan pestisida untuk mengendalikan serangan penyakit musiman ini, maka bersama petani lainnya harus membeli obat dengan biaya sendiri di pasar-pasar maupun toko usaha tani wilayah setempat.
"Terpaksa membeli sendiri, kalau beli harganya sekitar Rp35 ribu per bungkus, setidaknya sebagai campuran air untuk disemprotkan ke tanaman padi yang terserang wereng," kataya.
Pihaknya mengkhawatirkan serangan wereng batang coklat yang melanda sawah kelompoknya, sebab serangan itu sudah mengakibatkan lima hektare sawah mengalami gagal panen dan 10 hektare lainnya nyaris gagal panen.
Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Widodo mengatakan, sudah mendistribusikan sekitar 300 liter pestisida ke kelompok tani untuk mengendalikan serangan wereng pada sawah seluas 280 hektare.
"Kami berusaha agar jangan sampai tanaman puso, setidaknya ini bisa mencegah serangan wereng makin meluas, dan yang paling penting di spot-spot yang terserang wereng itu," katanya.***3***
(KR-HRI)
Pewarta : Heri Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
