
Bappeda Kaji penguatan Kampung Wisata Yogyakarta

Yogyakarta (Antara Jogja) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta akan melakukan kajian untuk penguatan kampung wisata dari berbagai aspek, seperti kelembagaan, promosi peran para pihak dan penumbuhan kampung wisata baru.
"Hasil kajian akan digunakan sebagai dasar pengembangan kampung wisata agar kampung wisata yang ada semakin mandiri. Artinya, mereka bisa mendatangkan wisatawan baik dari dalam negeri maupun manca negara," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Edy Muhammad di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, kampung wisata yang saat ini berjumlah 17 kampung dan tergabung dalam sebuah forum kampung wisata Yogyakarta sudah cukup mandiri, bahkan sudah mampu membuat profil dari tiap kampung wisata berdasarkan unggulan yang dimiliki.
Forum kampung wisata membedakan delapan jenis kampung wisata di Kota Yogyakarta yaitu, kampung wisata sosial budaya dan tradisi, seni budaya sejarah dan pendidikan, budaya dan heritage, budaya dan kuliner, multikultur dan wisata belanja, "ecotourism", budaya dan tradisi serta kampung wisata religi.
Namun demikian, lanjut dia, terkadang sebuah kampung wisata masih mengandalkan seorang tokoh atau sosok tertentu yang menjadi panutan dalam membuat kegiatan atau mengambil kebijakan untuk pengembangan kampung wisata.
"Hal ini tentu tidak baik untuk kebutuhan jangka panjang. Bagaimana pengembangan kampung wisata saat tokoh yang menjadi panutan itu sudah tidak ada lagi," katanya.
Oleh karena itu, lanjut Edy, diperlukan kajian dalam aspek kelembagaan kampung wisata agar kampung tersebut tetap bisa bertahan dan berkembang di masa yang akan datang, siapapun pengelolanya.
Sedangkan kajian untuk strategi promosi dilakukan agar kampung wisata tersebut bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk mempromosikan berbagai kegiatan yang digelar.
"Harapannya, ada jadwal tetap mengenai kegiatan yang dilakukan oleh kampung wisata. Meskipun hanya ada satu kegiatan dalam satu tahun, namun yang penting adalah kegiatan itu diinformasikan ke masyarakat luas sehingga bisa mendatangkan wisatawan," katanya.
Kajian juga diarahkan untuk mengetahui peran para pihak guna mendukung pengembangan kampung wisata, seperti memberikan pendampingan masyarakat untuk mengemas sajian agar lebih baik.
"Para pihak ini bisa berasal dari lembaga swasta, perhotelan, asosiasi biro perjalanan wisata atau perguruan tinggi melalui kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) tematik," katanya.
Ia juga menyinggung pentingnya keterlibatan remaja di kampung tersebut untuk mengembangkan kampung wisata di masa yang akan datang.
Edy mengatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta melindungi kampung wisata dengan memasukkannya dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah.
(E013)
Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
