SAR Parangtritis terjunkan amphibi cari korban tenggelam

id kendaraan amphibi Basarnas

SAR Parangtritis terjunkan amphibi cari korban tenggelam

Kendaraan amphibi untuk cari korban tenggelam di Parangtritis (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (Antara) - Tim pencarian dan penyelamatan Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerjunkan dua kendaraan amphibi untuk mencari tiga remaja yang tenggelam di pantai itu pada Jumat pagi.

Komandan SAR Pantai Parangtritis Bantul Ali Sutanto di Parangtritis, Bantul, Jumat, mengatakan dua kendaraan canggih milik Badan SAR Nasional (Basarnas) DIY tersebut diterjunkan sekitar pukul 14.00 WIB.

"Selain itu kami juga akan menerjunkan dua perahu jukung, satu perahu diisi lima personel SAR," katanya.

Dua kendaraan menyerupai tank yang bisa berjalan di atas pasir tersebut, tiap unitnya dinaiki lima sampai enam personel, satu kendaraan menyisir di tepian pantai menuju ke timur, sementara yang satu menyisir ke arah barat.

Dua perahu jukung diterjunkan beberapa waktu kemudian untuk mencari korban tenggelam agak ke tengah laut, namun pencarian menggunakan perahu menunggu ombak pantai surut.

"Tadi pagi sekitar pukul 08.00 sampai 10.00 WIB perahu juga sudah turun ke laut. Namun setelah itu ombaknya besar lebih dari tiga meter sehingga untuk terjun lagi menunggu ombak surut," katanya.

Menurut dia, tiga remaja yang merupakan santri Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur Ngrukem, Desa Pendowoharjo, Bantul, tersebut terseret gelombang pantai sekitar pukul 04.30 WIB sesaat setelah bermain air terlalu ke tengah pantai.

"Lokasinya di sekitar Pantai Parangkusumo (sebelah barat Pantai Parangtritis), sekitar 200 meter dari Posko SAR, di sana (kejadian tenggelam) lebih banyak palungnya," katanya.

Hingga Jumat siang, puluhan personel SAR gabungan juga masih bersiaga di Posko SAR Parangtritis, sementara sebagian personel melakukan penyisiran di sekitar pantai berharap menemukan tiga remaja yang hingga kini belum ditemukan.

Sementara dari pihak pengurus Ponpes An-Nur dan keluarga korban masih berada di sekitar kawasan Parangtritis menanti kabar perkembangan upaya pencarian dari Tim SAR.

Pengurus Ponpes An-Nur, Tikal Maziid mengatakan rombongan santri berjumlah seratus orang itu bermaksud melakukan ziarah ke makam yang ada di kawasan Parangtritis setelah shalat subuh.

"Ada 12 santri yang tidak mengikuti program subuh berjamaah dan malah bermain ke pantai, dari mereka, enam di antaranya memberanikan diri bermain air ke tengah, namun tiga bisa tertolong, tiga lain tidak tertolong," katanya.

(KR-HRI)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar