Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo tidak kembangkan industri pariwisata

Rabu, 2 Maret 2016 07:00 WIB
Image Print
Kabupaten Kulon Progo (Foto Istimewa) (istimewa)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak akan mengembangkan potensi wisata menjadi industri pariwisata karena dampak ekonomi, lingkungan alam, dan sosial sangat buruk.
Kasi Objek dan Sarana-Prasarana Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kulon Progo Kuat Tri Utama di Kulon Progo, Rabu mengatakan pariwisata hendaknya berkembang alami dan tidak dikembangkan sebagai industri pariwisata.
"Kalau dikembangkan sebagai industri dampak sosial dan lingkungan alam berat," kata Kuat.
Ia mengatakan industri pariwisata biasanya ada investor besar, kemudian ada target-target pemenuhan dalam industri.
Industri sendiri ada ketergantungan satu sama lainnya. Contoh, Glagah atau objek wisata di investor yang membangunan hotel dengan biaya Rp60 miliar hingga Rp100 miliar, ketika kunjungan anjlok, maka investor akan melakukan berbagai cara supaya mereka tidak rugi.
"Dampaknya akan muncul prostitusi dan pusat-pusat penjualah minuman keras," katanya.
Menurut dia, pariwisata yang dikembangkan secara alami yang dikemas apa adanya, dan dikembangkan dengan kegiatan ekonomi yang efisien tidak akan menimbulkan dampak sosial yang baruk.
Selain itu, ia mengatakan ketika suatu daerah sudah menjadi industri pariwisata, maka sudah tidak lagi memperhatikan daya dukung lingkungan.
"Suatu daerah yang dijadikan industri pariwisata akan menyebabkan dampak sosial dan lingkungan berat. Berbeda dengan yang dikelola secara efisien dengan ekonomi tinggi, itu lebih bagus," kata Kuat.
Untuk itu, ia berharap wisata baru di Kawasan Bukit Menoreh tidak dikembangkan sebagai industri, tapi dikelola dengan efisien dan memberdayakan masyarakat sehingga keterlibatan masyarakat akan menggerakan ekonomi mereka.
"Kami berharap wisata Menoreh dikembangkan seperti di Jepang dan Korea yakni dengan paket-paket wisata," katanya.
Anggota Komisi IV DPRD Kulon Progo Agung Raharjo meminta Disparpora mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Harapannya, mampu memberdayakan masyarakat, dan mengurangi pengangguran.
"Kami minta Diparpora memberikan pelatihan kepada masyarakat bagaimana melayani wisatawan dengan baik dan manajemen pariwisata," kata Agung. KR-STR



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026