Kodim 0731 canangkan penghijauan pola padat karya

id Kodim 0731 canangkan penghijauan pola padat karya

ilustrasi (foto antaranews.com) (penghijauan)

Kulon Progo,(Antara Jogja) - Komando Distrik Militer 0731 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencanangkan penghijauan pola padat karya dalam mewujudkan kelestarian lingkungan hidup di wilayah ini.

Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Letnan Kolonel Arm Gunawan di Kulon Progo, Kamis, mengatakan kegiatan penghijauan pola padat karya ini dalam rangka mendukung program pemerintah dalam melaksanakan gerakan penghijauan dan kampanye "Indonesia Hijau Berseri, Bersih, Sehat, Rapi dan Indah".

"Program penghijauan sudah dilakukan beberapa tahun, sengaja dilakukan untuk menggiatkan dan menggelorakan kembali semangat masyarakat dan semua pihak untuk tetap melaksanakan gerakan penghijauan," kata Gunawan dalam acara Pencanangan Program Penghijauan Pola Padat Karya di Giripeni, Wates.

Ia mengatakan padat karya penghijauan ini melibatkan beberapa komponen, selain swadaya dan kerja sama Kodim 0731, Kantor BBVet, Kantor Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Kehutanan, Forum CSR, Dinas Kebudayaan dan berbagai pihak.

Dengan slogan "Bumi Ku Hijau, Urip Ku Mulyo", untuk tetap berpikir glogal, bertindak lokal, dengan mengusung kearifan lokal.

"Memelihara kelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama dan harus dimulai dari diri sendiri," kata Gunawan.

Jumlah pohon yang ditanam ?2.065 bibit pohon, terdiri dari pohon mahoni, acasia manginium, suren dan asam Jawa.

Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan Pemkab Kulon Progo menyambut baik dan mendukung kegiatan penghijauan ini, karena penghijauan merupakan salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan dan merupakan program nasional.

Selain bertujuan mewujudkan kelestarian fungsi lingkungan hidup dalam keseimbangan dan keserasian yang dinamis dengan perkembangan penduduk, juga agar dapat menjamin pembangunan nasional berkelanjutan.

"Kami harap bukan sekedar menanam saja, tetapi hendaknya ditindaklanjuti dengan perawatan tanaman secara terus menerus, sehingga bibit yang ditanam akan tumbuh baik," kata Sutedjo.

Ia juga mengingatkan kearifan lokal yang dilakukan nenek moyang yang memberikan nilai edukasi, setelah menebang pohon, kemudian menancapkan pucuk ranting daun dibekas tempat pohon ditebang.

"Hal ini memiliki makna, untuk mengingatkan kalau mau menebang harus mau menanam," katanya.
(U.KR-STR)
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar