Lipi ajak warga Yogyakarta cintai keanekaragaman hayati

id keanekaragaman hayati

Lipi ajak warga Yogyakarta cintai keanekaragaman hayati

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengajak warga Yogyakarta meningkatkan kecintaan terhadap keanekaragaman hayati Nusantara melalui gelaran "biodiversity expo" di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis.

Kepala Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Yogyakarta Hardi Juliantoro dalam pembukaan biodiversity expo mengatakan pameran itu menghadirkan 30 jenis produk hasil riset yang berbasis pada kekayaan alam Nusantara.

"Pameran ini bertujuan memberikan informasi masyarakat mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang berbasis pada keanekaragaman hayati," kata Hardi.

Menurut Hardi dalam pameran yang diikuti oleh 12 satuan kerja LIPI tersebut, akan dipamerkan beragam temuan hasil penelitian LIPI terhadap berbagai jenis tumbuhan lokal yang selama ini jarang diketahui oleh masyarakat umum.

Berbagai temuan atau hasil riset yang dipamerkan, menurut dia, seperti bibit jati platinum, hibrida pisang madu, pupuk organik hayati, diversifikasi produk alga laut, berbagai olahan mengkudu, bunga Rosela, serta bahan alam lainnya."Selain memperluas pengetahuan masyarakat, harapan kami acara ini juga bisa memberikan ide bagi kegiatan UMKM," kata dia.

Salah satu Satker LIPI yang ikut serta dalam pameran itu, yakni LIPI Cibinong. Laboratorium Biak Sel dan Jaringan LIPI Cibinong itu memarkan produk temuan yakni bibit jati platinum, yang memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan pohon jati biasa.

Teknisi Laboratorium Biak Sel dan Jaringan LIPI Cibinong, Utami menjelaskan jati platinum itu memiliki batang pohon yang tegak lurus, tidak seperti pohon jati lainnya yang banyak memiliki cabang, sehingga tumbuh lebih cepat dan hasil panen lebih tinggi.

"Jati platinum ini merupakan hasil mutasi radiasi yang telah dilakukan pembibitan melalui teknologi "in vitro" (kultur jaringan)," kata dia.

Berbeda dengan hasil temuan LIPI lainnya yang memamerkan budidaya lemna atau gulma di perairan sebagi pakan alternatif bagi ikan sehingga mampu menghemat operasional budidaya ikan. "Dengan pengembangan lemna sebagai pengganti pelet (pakan ikan), mampu menghemat pakan hingga 30 persen," kata Hasan Fauzi, teknisi Pusat Penelitian Limnologi LIPI Bogor.

(L007)
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar