Bank Indonesia tambah koleksi Museum Merapi

id Bank Indonesia tambah koleksi Museum Merapi

Bupati Sleman Sri Purnomo seusai meresmikan koleksi baru Museum Gunungapi Merapi. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman,(Antara Jogja) - Koleksi Museum Gunung Api Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, bertambah dengan hibah dari Bank Indonesia berupa benda-benda yang pada tahun 2010 terdampak erupsi gunung tersebut.

"Kami sangat berterima kasih kepada BI Perwakilan DIY yang menghibahkan koleksi barang-barang sisa erupsi Gunung Merapi 2010 sehingga dapat memperkaya koleksi museum ini," kata Bupati Sleman Sri Purnomo, Rabu, pada peluncuran koleksi baru tersebut.

Menurut dia, koleksi baru itu diharapkan menjadi nilai tambah dan daya tarik bagi wisatawan dari kalangan masyarakat umum, dan pelajar untuk mengunjungi MGM di Dusun Banteng, Pakem,.

"Koleksi baru ini bisa menambah nilai MGM, melihat arti ketika terjadi erupsi 2010. Menambah minat masyarakat untuk ingin tahu tentang Merapi," katanya.

Ia berharap, pelajar sekolah untuk bisa menyempatkan diri berkunjung ke museum. Saat liburan, atau juga ketika jam sekolah.

"Guru sekolah bisa berinisiatif mengajak para siswa dengan konsep sekolah alam. Libur bisa menyempatkan diri, atau di jam-jam sekolah diajak untuk bisa sekolah alam. Akan lebih mengena, anak akan tertanam untuk tidak mudah lupa," katanya.

Sri Purnomo mengatakan, tidak hanya ke MGM, namun juga ke Museum Gempa Sarwidi, Ullen Sentalu, Monumen Jogja Kembali (Monjali) dan lainnya.

"Sedikitnya ada 13 museum yang ada di Sleman," katanya.

Koleksi tambahan dari hibah BI Perwakilan Yogyakarta berupa benda-benda yang terkena erupsi Merapi 2010 yaitu dua sepeda motor, gelas, dan lainnya. Selain itu pula beberapa foto saat Merapi memuntahkan lahar panasnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis) MGM Suharno mengatakan hibah dari Bank Indonesia Perwakilan Yogyakarta yang didisplai di MGM sejak beberapa hari lalu sudah bisa diamati wisatawan.

"Memang secara resmi baru hari ini dibuka. Koleksi tambahan tersebut lebih ke memperjelas histori erupsi 2010," katanya.

(U.V001)
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar