
Lebaran 2016 - Hingga H+7 stok elpiji di Sleman mencukupi

Sleman (Antara) - Persediaan elpiji bersubsidi ukuran tabung tiga kilogram di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga H+7 Lebaran dipastikan mencukupi.
"Persediaan elpiji ukuran tiga kilogram hingga H+7 lebaran sangat mencukupi, karena pada Juli ini ada penambahan stok di Sleman," kata Koordinator Satgas Pemantauan Lapangan Elpiji Kabupaten Sleman Yos Pidihapsoro, Minggu.
Menurut dia, penambahan stok pada juli ini sebesar 12 persen dari alokasi harian sebesar 33 ribu tabung. Sehingga pada H+7 Lebaran dipastikan stok elpiji tiga kilogram di pasaran wilayah Sleman tetap tersedia.
"Sampai saat ini kami belum mendapatkan laporan kekosongan stok gas tiga kilogram," katanya.
Ia mengatakan, Pertamina sudah mengalokasikan sebagian dari penambahan stok tersebut untuk persiapan Lebaran.
"Dari pengalaman sebelumnya, pada masa Lebaran permintaan gas di pasaran meningkat," katanya.
Yos mengatakan, di tingkat pangkalan, harga eceran tertinggi (HET) saat Lebaran tetap pada harga Rp15.500. Dengan stok yang melimpah, pangkalan tidak mungkin menaikan harga.
"Jika ada permainan harga, pembeli bisa mencari di pangkalan lain, selain itu ada sanksi sendiri dari Pertamina nanti," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya tetap melakukan pemantauan di lapangan selama masa lebaran ini, baik untuk ketersediaan stok elpiji di tiap pangkalan maupun harga di pasaran.
Kepala Seksi Pengembangan Energi, Dinas Sumber Daya Air, Energi, dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman Purwoko Suryatmanto mengatakan, pihaknya bersama satgas pengawas bekerja 24 jam memantau pergerakan stok elpiji di masyarakat.
"Sejauh ini, stok gas di pangkalan aman. Bahkan di tingkat pengecer pun kami temukan stok gas melon berlebih," katanya.
Menurut dia, selama lebaran ini, kebijakan yang diterapkan yakni memenuhi stok yang ada di pangkalan. Bila ditemui pangkalan kekurangan stok gas, agen akan langsung mengkoordinasikan untuk menambahkan kembali stoknya.
"Kami tidak mendapatkan laporan kelangkaan elpiji kilogram. Ini karena stok di lapangan memang berlebih," katanya.
(V001)
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
