SAR Parangtritis evakuasi jasad diduga korban tenggelam

id tenggelam

SAR Parangtritis evakuasi jasad diduga korban tenggelam

ilustrasi (ANTARA News/Handry Musa)

Bantul (Antara Jogja) - Tim Pencarian dan Penyelamatan Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengevakuasi jasad seseorang yang diduga korban tenggelam di Pantai Parangkusumo, Parangtritis.

"Iya betul (evakuasi mayat) dugaannya karena tenggelam, sekarang jasadnya sudah dibawa ke Posko SAR Parangtritis," kata Komandan Regu I Tim SAR Pantai Parangtritis, Suparjiyanta saat dikonfirmasi di Bantul, Kamis.

Menurut dia, jasad berjenis kelamin perempuan tersebut awalnya ditemukan pengunjung Pantai Parangkusumo pada Kamis (21/7) sekitar pukul 13.00 WIB untuk kemudian melaporkan ke Posko SAR setempat untuk dievakuasi.

Ia mengatakan jasad tersebut diduga merupakan wisatawan tenggelam di pantai sebelah barat Pantai Parangtritis karena saat dibawa ke daratan tidak ditemukan luka-luka pada tubuh, bahkan jasad masih dalam keadaan utuh.

"Saat ditemukan pengunjung, mayat terdampar di Pantai Parangkusumo, kondisiya belum rusak, belum bengkak sehingga kemungkinan (tenggelam) tadi pagi, juga tidak ditemukan luka-luka," kata Suparjiyanta.

Hingga saat ini, kata dia, Tim SAR Parangtritis belum bisa mengungkap identitas siapa jasad yang ditemukan terdampar di pinggir Pantai Parangkusumo tersebut karena tidak ditemukan identitas, namun korban diperkirakan berusia sekitar 40 tahun.

"Sejauh ini tidak ada laporan kehilangan dari warga baik sesudah maupun sebelumnya. Kalau identitas tidak ada, namun umurnya sekitar 40 tahun lebih. Ciri-ciri jasad memakai celana panjang cokelat saat ditemukan baju sudah terlepas," katanya.

Dengan demikian, kata dia, SAR menduga jasad tersebut merupakan wisatawan, namun demikian untuk memastikan hal itu pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk menggali informasi.

"Iya sudah lapor ke polisi, dari tadi tidak ada warga sekitar yang kehilangan," katanya.
KR-HRI
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar