GSTC lakukan penilaian pariwisata berkelanjutan di Sleman

id desa wisata sleman

GSTC lakukan penilaian pariwisata berkelanjutan di Sleman

Logo Desa Wisata Pulesari (ist)

Sleman, (Antara Jogja) - Tim "Global Sustainable Tourism Council" atau GSTC yang dipimpin Guy Chester melakukan penilaian pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tim GSTC didampingi tim dari Kementerian Pariwisata RI yang dipimpin Asisten Deputi Bidang Insfrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Frans Teguh diterima di Desa wisata Pulesari, Sleman oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Sudarningsih mewakili Bupati Sleman, Senin.

Kunjungan tersebut dalam rangka assesment pariwisata berkelanjutan setelah Kabupaten Sleman ditunjuk sebagai "Pilot Project Suistainable Tourism Development" (STD) bersama Kabupaten Lombok Barat, NTB, dan Kabupaten Pangandaran, Jabar.

Dalam sambutan tertulisnya Bupati Sleman yang dibacakan Sudarningsih menyampaikan bahwa momentum tersebut menjadi saat yang ditunggu-tunggu sebagai tindaklanjut atas terpilihnya Kabupaten Sleman sebagai pilot project dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

"Terpilihnya Kabupaten Sleman sebagai pilot project pembangunan pariwisata berkelanjutan tentu menjadi hal yang membanggakan sekaligus semakin meningkatkan motivasi kami, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mengelola berbagai potensi kepariwisataan di Kabupaten Sleman," katanya.

Menurut dia, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan di Kabupaten Sleman. Jika dilihat dalam tiga tahun terakhir ini saja, jumlah wisatawan baik mancanegara maupun domestik terus mengalami peningkatan.

"Pada 2013 jumlah wisatawan mancanegara maupun domestik mencapai 3.613.577, meningkat di 2014 menjadi 4.171.847, meningkat kembali pada 2015 menjadi 4.986.509 wisatawan," katanya.

Ia mengatakan, kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD Kabupaten Sleman juga terus meningkat, pada 2014 sebesar 15,21 persen meningkat menjadi 16,32 persen pada 2015.

"Berkembangnya sektor pariwisata sebagai sektor unggulan di Kabupaten Sleman didukung dengan adanya berbagai objek dan daya tarik wisata," katanya.

Pada 2015 tercatat terdapat 99 objek dan daya tarik wisata, diantaranya wisata alam, wisata candi, wisata museum, wisata agro, wisata pendidikan, wisata monumen, wisata kuliner dan wisata sejarah.

"Disamping itu, keberadaan usaha sarana wisata di Kabupaten Sleman juga menjadi daya dukung bagi peningkatan wisatawan. Pada 2015 tercatat usaha sarana wisata terdiri dari hotel bintang dan hotel melati sebanyak 183 hotel, jasa kuliner sebanyak 73 restoran dan 251 rumah makan serta 152 hiburan umum," katanya.

Ia mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Sleman terus mengembangkan desa wisata sebagai salah satu unggulan destinasi wisata wilayah. Pengembangan desa wisata di Sleman dipadukan dengan program kegiatan bidang lain seperti pertanian, perikanan, perindustrian dan lingkungan.

"Melalui desa wisata, wisatawan dapat ikut mempelajari berbagai hal yang telah menjadi budaya masyarakat serta kearifan local setempat," katanya.

Saat ini, kata dia, Kabupaten Sleman telah memiliki 38 desa wisata yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat sekitar, 10 diantaranya sudah mandiri.

"Keberadaan desa wisata di Sleman mempunyai `multiplier effect` terhadap aktivitas ekonomi, pembangunan fisik, sosial dan budaya di masyarakat. Sehingga keberadaan desa wisata memiliki kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat," katanya.

Sedangkan Guy Chaster pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bidang pariwisata bila dikelola dengan baik akan mampu mengentaskan kemiskinan.

"Tentu bila dikekola dengan baik dengan memperhatikan berbagai aspek yang terkait dengan pariwisata. Aspek tersebut antara lain manfaat secara ekonomis, manfaat warisan budaya tersebut dan manfaat lingkungan," katanya.***1***

(V001)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar