Logo Header Antaranews Jogja

Kemarau basah untungkan petani ikan di Sleman

Jumat, 5 Agustus 2016 21:47 WIB
Image Print
Ilsutrasi petani sedang panen ikan (Foto antarafoto)

Sleman, (Antara Jogja) - Anomali cuaca kemarau basah yang terjadi saat ini memberikan keuntungan tersendiri bagi petani ikan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta karena membuat air berlimpah dan daya tahan hidup ikan meningkat.

"Pada musim kemaru biasanya para petani kesulitan air, namun tidak pada tahun ini. Pada musim kemarau kering daya tahan hidup ikan hanya sampai 30 persen, saat kemarau basah ini daya tahan ikan bisa mencapai lebih 60 persen," kata Ketua Kelompok Tani Ikan "Minaraya" Sri Hartono di Sleman, Jumat.

Menurut dia, pada musim kemarau dan cuaca panas ikan rentan terhadap serangan penyakit.

"Pada kemarau basah ini air berlimpah, sehingga ikan tidak mudah terserang penyakit," katanya.

Ia mengatakan kondisi cuaca yang menguntungkan bagi petani ikan ini juga ditunjang dengan harga ikan konsumsi yang terus melonjak.

"Seperti harga ikan konsumsi jenis nila, kini perkilonya mencapai Rp30 ribu," katanya.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Supramono mengatakan kemarau basah kali ini mendukung budi daya perikanan di Sleman.

"Bila petani sudah memiliki pengalaman, kondisi ketahanan hidup budi daya ikan bisa mencapai 80 persen. Sebab ketika kemarau kering, ikan rentan dengan kondisi penyakit seperti jamur," katanya.

Ia mengatakan, tahun ini target produksi ikan di Sleman sebesar 44 ribu ton.

"Jumlah tersebut masih belum bisa memenuhi kebutuhan ikan di DIY yang jauh lebih tinggi. Dari jumlah itu, 90 persen produksi ikan hanya diedarkan di Sleman sedangkan sisanya dipasarkan di luar Sleman," katanya.

Menurut dia, untuk kawasan budi daya ikan di Sleman, masih didominasi di wilayah Kecamatan Moyudan, Minggir, Ngempak dan Kalasan.

"Di Sleman, budidaya yang banyak dilakukan yakni budidaya ikan untuk konsumsi jenis nila. Saat ini, pasaran ikan nila relatif stabil dimana rata-rata harga perkilonya Rp23 ribu hingga Rp25 ribu," katanya.***1***

(V001)




Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026