Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo bentuk tim pemantau hewan kurban

Rabu, 10 Agustus 2016 20:31 WIB
Image Print
Dinas Keluatan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kulon Progo, DIY, melakukan pemeriksaan hewan kurban di tempat penampungan hewan untuk mengantisipasi jual-beli hewan kurban yang kurang sehat. (Foto Mamiek/Antara)

Kulon Progo, 10/8 (Antara) - Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membentuk dua tim pemantau hewan kurban untuk mengantisipasi hewan kurban yang terserang penyakit seperti cacing hati dan antraks.

"Kami sudah membentuk tim dan sudah ada surat keputusannya," kata Kasi Kesehatan Masyarakat dan Veteriner Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Kulon Progo Hari Suryanto di Kulon Progo, Rabu.

Ia mengatakan petugas yang diterjunkan sebanyak 143 orang yang terdiri dari dua tim yakni tim dari dinas sebanyak 55 orang dan kader kesehatan hewan di tingkat kecamatan sebanyak 88 orang.

"Mereka akan bertugas untuk memeriksa kesehatan hewan kurban yang ada di tempat penampungan hewan yang tersebar di 12 kecamatan," kata Hari.

Ia mengatakan, akan melakukan rapat koordinasi pemantauan hewan kurban pada 23-25 Agustus yang dihadiri petugas kesehatan hewan dan kader kesehatan hewan dari 12 kecamatan.

Petugas pemantau kesehatan hewan dibagi dalam tiga zona yakni selatan, tengah dan utara.

"Kami juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian DIY, terkait mahasiswa fakultas kesehatan hewan yang akan diterjunkan di Kulon Progo," katanya.

Dia mengatakan sapi yang dipotong pada Idul Adha 2015 sebanyak 2.237 ekor di seluruh kecamatan di Kulon Progo dan 25 persennya terserang cacing hati. Cacing hati masih mendominasi temuan penyakit hewan kurban.

"Sampai saat ini, kami tidak menemukan jenis penyakit hewan kurban, selain cacing hati," kata dia.

Staf Kesehatan Hewan DKPP Kulon Progo Joko Purwoko mengatakan di Kulon Progo terdapat 44 tempat penampungan hewan kurban yang tersebar di 12 kecamatan. Pada saat pemantuan hewan kurban di tempat penampungan, petugas menemukan 6 ekor sapi belum cukup umur dan dua ekor pincang.

"Kami tidak dapat mendeteksi hewan kurban yang terserang cacing hati. Hal ini dikarenakan cacing menyerang hati, kalau belum parah tidak dapat dilihat dari fisik. Selain itu, tempat penampungan hewan sifatnya sementara, bisa dijual ke daerah lain seperti Bantul, Sleman, bahkan ke Jakarta," katanya. ***4***



Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026