
SAR Baron imbau wisatawan waspadai ubur-ubur

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Tim pencarian dan penyelamatan Pantai Baron, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengingatkan wisatawan mewaspadai ubur-ubur beracun yang kini berkembang di kawasan pantai selatan.
Koordinator Wilayah (Korwil) SAR II Pantai Baron Marjono di Gunung Kidul, Minggu, mengatakan bahwa ubur-ubur beracun dalam posisi mengambang sekitar 200 meter dari bibir pantai banyak memenuhi deretan kawasan pantai selatan.
"Meski sekarang berada sekitar 200 meter dari bibir pantai, terkena ombak atau angin, akan bergerak ke pinggir hingga ke pasir kawasan pantai. Wisatawan yang berada di pinggir pantai punya risiko besar tersengat binatang ini," kata Marjono.
Ia mengatakan hari ini ada seorang wisatawan yang tersengat Pantai Sepanjang. Korban bernama Satriyo Cahyo Pamuluh (9) warga Daleman Tulung, Kecamatan Klaten, harus mendapatkan perawatan medis karena tersengat ubur-ubur beracun tersebut.
"Setelah mendapatkan perawatan terus dibawa pulang," katanya.
Marjono mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya menginformasikan keberadaan hewan sejenis binatang laut yang tergolong ke dalam kelas Scyphozoa. Tubuhnya yang berbentuk payung berumbai, bisa menyebabkan gatal di kulit jika tersentuh.
SAR Pantai Baron mengimbau kepada wisatawan untuk tidak berenang di laut. "Berdasarkan pengalaman selama ini, korban tersengat ubur-ubur merupakan wisatawan yang memang bandel dengan bermain air laut," katanya.
Ia berharap pada Dinas Kesehatan Gunung Kidul ikut menangani masalah ini, terutama pada wisatawan yang menjadi korban.
"Keterlibatan Dinas Kesehatan sangat penting dalam menyediakan alkohol untuk mengurangi rasa sakit bagi korban yang tersengat," katanya.
Sekretaris SAR Korwil II Pantai Surisdiyanto mengatakan bahwa petugas membersihkan ubur-ubur yang tersapu ombak dan terdampar di bubur pantai. Dengan memakai alat khusus, ubur-ubur kemudian di kubur dalam satu tempat khusus yang letaknya jauh dari jangkauan wisatawan.
"Kami mengantisipasi sengatan ubur-ubur atau impes," katanya.
Selain melakukan pembersihan pantai pada pagi hari, Tim SAR juga menyiagakan tim medis dilokasi pantai. Tim SAR juga telah melakukan koordinasi dengan puskesmas dan dokter terdekat untuk memberikan pertolongan kepada wisatawan yang tersengat ubur-ubur.
"Alkohol dan amoniak juga telah disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban sengatan ubur-ubur. Jka sesak napas, dibawa ke puskesmas," katanya.
Untuk menghindari korban sengatan ubur-ubur, SAR Pantai Baron mengimbau wisatawan untuk tidak berenang di pantai. Saat ini baru musim ubur-ubur.
"Di sepajang pantai Gunung Kidul berpotensi ada ubur-ubur, hanya satu pantai, yakni Pantai Baron, yang tidak ada ubur-uburnya karena ada air tawar di sekitar pantai," katanya.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
