Gegana sisir lokasi penemuan granat dan amunisi

id penyisiran granat

Gegana sisir lokasi penemuan granat dan amunisi

Petugas Gegana Satbrimobda DIY melakukan penyisiran di lokasi penemuan grnat dan amunisi di Ngaglik, Sleman, Rabu 24 Agustus 2016. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman, (Antara Jogja) - Tim Jihandak Gegana Satuan Brimob Polda Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan penyisiran di lokasi penemuan puluhaan butir amunisi dan tiga granat di sebuah rumah di Rejodani, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu.

"Amunisi dan granat tersebut ditemukan sehari sebelumnya oleh para pekerja yang tengah melakukan pengerjaan pembangunan rumah," kata Kapolsek Ngaglik Kompol Riyanto.

Menurut dia, dari lokasi TKP ditemukan tiga granat dan 67 proyektil yang diduga merupakan sisa zaman penjajahan.

"Kami masih akan menyelidiki lebih jauh kondisi granat temuan tersebut. Kami belum bisa memastikan karena ketika ditemukan sudah terbungkus karat," katanya.

Ia mengatakan bila dilihat dari lokasi ditemukannya granat, besar kemungkinan granat tersebut peninggalan zaman dulu.

"Dari informasi yang beredar, rumah tua tempat ditemukannya granat tersebut merupakan bangunan peninggalan Jepang," katanya.

Riyanto mengatakan hasil penyisiran tim Gegana dipastikan lokasi sudah steril dan tidak ada granat yang tersisa sehingga pemilik rumah tidak perlu waswas untuk melanjutkan pengerjaan rumah.

"Granat dan proyektil tersebut ditemukan oleh Tono, salah satu pekerja. Benda tersebut, ditemukan dalam timbunan tanah," katanya.

Pemilik rumah Sukiyanto (39) mengatakan, benda tersebut ditemukan di kedalaman 40 centimeter. Pertama kali para pekerja menemukan 44 selongsong peluru.

"Setelah digali lagi, baru ditemukan tiga buah granat yang sudah berkarat," katanya.

Menurut dia, kondisi granat sudah tidak jelas bentuknya karena tertutup tanah dan karat. Para pekerja, tidak berani membersihkan kondisi granat itu.

"Karena takut akhirnya kami melaporkan ke pihak berwajib," katanya.

Ia mengatakan, rumah tua miliknya, dibel dari seseorang beberapa waktu lalu. Karena kondisinya sudah cukup tua, rumah tersebut kemudian dibangun kembali untuk ditinggali.

"Rencana memang mau dibuat rumah pribadi," katanya.***2***

(V001)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar