Cangkringan gunakan danais untuk perbaikan jalur labuhan

id labuhan merapi

Cangkringan gunakan danais untuk perbaikan jalur labuhan

Ilustrasi labuhan Gunung Merapi (antarafoto.com) (antarafoto.com)

Sleman (Antara Jogja) - Pemerintah Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengajukan permohonan penggunaan dana keistimewaan atau danais untuk perbaikan jalur Labuhan Gunung Merapi.

"Labuhan Gunung Merapi merupakan kegiatan tradisi budaya yang rutin digelar Keraton Yogyakarta setiap tahun dalam rangka peringatan naik tahta Sri Sultan HB X," kata Camat Cangkringan Edi Harmana, Senin.

Menurut dia, labuhan Merapi menyusuri jalur pendakian Gunung Merapi dari Dusun Kinahrejo hingga di Pos I Srimanganti.

"Perbaikan jalur labuhan ini dimaksudkan agar mempermudah upacara budaya yang digelar setiap tahunnya. Itu kan kegiatan budaya, termasuk keistimewaan juga. Nanti akan kita ajukan penggunaan dana keistimewaan," katanya.

Ia mengatakan, perbaikan jalan yang rencananya dilakukan ini, tidak akan mengubah bentang alam yang ada. Hanya dibuatkan suatu anak tangga di titik-titik yang medannya terlalu sulit.

"Hanya akan membuat anak tangga di jalur-jalur yang cukup sulit, tidak mengubah alam yang ada," katanya.

Edi mengatakan, hal tersebut dilakukan karena selama ini peserta labuhan Gunung Merapi tidak sedikit yang berasal dari kalangan orang yang sudah berumur.

"Ini untuk mempermudah saja, agar lebih lancar dan tidak membahayakan bagi yang sudah `sepuh` (tua)," katanya.

Ia mengatakan, selain memasukkan program perbaikan jalur labuhan Merapi, beberapa desa juga sudah mengajukan apa saja yang ingin dibangun dengan dana keistimewaan (danais).

"Melalui pemakaian dana keistimewaan yang diharapkannya bisa digunakan juga di pembangunan wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi. Ada yang meminta setiap dusun, untuk pembuatan gapura," katanya.


(V001)
Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar