
Disnak terjunkan 143 petugas pemantau hewan kurban

Gunung Kidul, (Antara Jogja) - Dinas Peternakan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerjunkan tim pemantau hewan kurban sebanyak 143 petugas untuk mengantisipasi adanya penyakit.
Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Gunung Kidul Imam Sudjarwo di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan penurunan tim yang terdiri dari dinas.
"Tim sudah dibekali mengenai pemerikasaan hewan kurban, tata cara penyembelihan, dan mengenali ciri fisik hewan kurban yang sehat dan layak disembelih maupun kurban yang sakit. Tim wajib tahu dan mampu memeriksa hewan kurban yang layak untuk disembelih dan aman dikonsumsi," kata Imam.
Ia mengatakan pemeriksaan fisik luar dengan melihat kondisi ternak adalah sehat, bugar dan memiliki kondisi fisik yang baik. Pemeriksaan organ dalam juga mutlak dilakukan seperti pemeriksaan paru, limpa, ginjal, kepala, karkas. Utamanya adalah pemeriksaan hati.
"Nantinya tim akan diterjunkan langsung ke lokasi pemotongan hewan kurban," katanya.
Imam mengatakan merujuk data 2015 lalu, dari sebanyak 2.473 sapi, 11.312 kambing, 192 domba, sebanyak 54 kasus cacing hati. Tahun ini, pihaknya melakukan pemeriksaan secara intensif. Selain itu, pemantau perlu memperhatikan kebersihan dari tenaga yang menyembelih dan mengolah daging.
"Peralatan yang digunakan, hewan yang akan disembelih, dan daging yang akan dikonsumsi," katanya.
Dia mengatakan tim akan diterjunkan beberapa hari sebelum hari raya hingga saat penyembelihan. "Kami akan melakukan pemantauan secara intensif," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Gunung Kidul Khrisna Berlian mengatakan tim Dinas Peternakan sudah diterjunkan ke lokasi pengumpulan hewan ternak dan pedagang besar untuk memastikan kesehatan hewan.
"Sampai saat ini belum ditemukan adanya hewan yang mengalami masalah," katanya.
Ia mengatakan pihaknya juga akan membuka posko pemeriksaan hewan kurban, untuk memastikan hewan kurban sehat saat disembelih. Di sana juga ada laboratorium yang dipersiapkan untuk memeriksa hewan kurban. Serta mengaktifkan laboratorium kesehatan hewan (keswan). Pemeriksaan diberikan gratis.
"Selain itu, kami juga memberikan bimbingan teknis kepada takmir masjid yang akan melakukan penyembelihan," katanya. ***4***
(KR-STR)
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
