Hoshizora Foundation menggalang beasiswa untuk perubahan nasib - (d)

id beasiswa

Oleh RH Napitupulu
Yogyakarta (Antara) - Yayasan Hoshizora Foundation menggalang beasiswa studi bagi 1.500 pelajar sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah umum/kejuruan (SMU/K) di seluruh Indonesia dengan tujuan untuk merubah nasib putra-putri bangsa di masa depan.
"Semangat kita adalah merubah nasib generasi muda, misalnya dari orang yang tidak punya, lalu saat dia selesai studi dengan dukungan Hoshizora Foundation menjadi pegawai negeri sipil (PNS), maka nasibnya langsung berubah. Itu harapan kami bisa berkontribusi buat Indonesia," kata Adviser Yayasan Hoshizora Foundation, Ferry Irawan, di Yogyakarta, Sabtu.
Ia mengatakan, pemberian beasiswa itu dimulai dari tekad para alumnus SMA Negeri 1 Yogyakarta yang pernah mengecap studi di Jepang.
Menurut dia, awalnya para alumnus tersebut berkampanye untuk mengumpulkan dana yang dikhususkan bagi anak-anak jalanan di Yogyakarta.
"Dengan tekad, menabung satu kali dana makan siang di Jepang, mereka ingin memberikannya untuk membiayai uang sekolah seorang pelajar di Yogyakarta selama sebulan. Maka mereka memulai kampanyekan 1.000 Yen di kalangan kolega mereka di Jepang, hingga akhirnya semakin banyak yang memberikan donasinya," tutur Ferry.
Ia menjelaskan, donatur Hoshizora Foundation adalah adalah perorangan yang awalnya sebesar 1.000 Yen per orang, namun kini telah mampu membiayai 1.500 pelajar dari jenjang SD, SMP, dan SMU/K.
"Secara rata-rata, nominal beasiswa mencapai Rp100.000 per siswa per bulan. Jadi kami siapkan sekitar Rp150 juta per bulan untuk memberikan beasiswa bagi 1.500 pelajar. Jumlah 1.500 pelajar itu sudah berlangsung sejak 2 tahun terakhir, atau dalam 2 tahun terakhir kami sudah menggelontorkan beasiswa sebesar Rp3 miliar,? papar dia.
Ferry menambahkan, pemberian beasiswa tidak serta merta diberikan setiap tahunnya kepada penerima beasiswa tersebut.
Namun, katanya, pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prestasi belajar pelajar setiap semester.
"Bagi yang berhasil melewati evaluasi kami, maka ia akan mendapatkan perpanjangan beasiswa yang akan dia terima hingga selesai studi. Dan saat ini, ada seorang pelajar yang masih tetap mendapatkan beasiswa Hoshizora Foundation sejak ia SD hingga SMU. Artinya, prestasi belajarnya cukup baik," tambah dia.
Ia menambahkan, para pelajar penerima beasiswa kini telah berasal dari seluruh Indonesia, asalkan lolos melewati tiga tahap seleksi.
"Pertama, seleksi berkas dan administrasi calon. Kedua, seleksi wawancara yang dilakukan oleh tim Hoshizora Foundation, dan ketiga seleksi visiting, yaitu untuk melihat kondisi riil dari perekonomian calon," papar dia. ***3***
(KR-RHN)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar