Logo Header Antaranews Jogja

Desa wisata diharap pasarkan produk kuliner inovatif

Jumat, 4 November 2016 15:51 WIB
Image Print
ilustrasi FOTO ANTARA/Nur Kartika/ags/13. ()

Bantul (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan desa-desa wisata setempat ikut memasarkan produk kuliner khas yang saat ini sudah banyak inovasinya.

"Di Bantul ini kan banyak terdapat sentra makanan oleh-oleh khas, makanya saya sangat mendorong supaya dipasarkan di dewi-dewi (desa wisata) kita," kata Wakil Bupati (Wabup) Bantul, Abdul Halim Muslih di Bantul, Jumat.

Menurut dia, ada 37 desa wisata yang tersebar di beberapa kecamatan Bantul, dan selama ini destinasi wisata yang menawarkan potensi perdesaan tersebut sudah dikunjungi wisatawan berbagai daerah.

Namun demikian, kata dia, produk kuliner khas di Bantul yang inovatif selama ini masih terkendala dengan pemasaran yang intensif, sehingga desa wisata yang ada menjadi tempat yang potensial untuk memajang produk kuliner itu.

"Kita sudah melakukan inovasi produk, tapi pasarnya masih kurang. Harus ada upaya bagaimana desa wisata kita juga jajakan khasnya Bantul, apalagi wisatawan datang itu biasanya mencari yang khas dari daerah yang dikunjungi," katanya.

Dengan demikian, kata dia, jika ada keterlibatan desa wisata dalam memasarkan produk kuliner khas Bantul yang inovatif, maka selain bisa mendorong perkembangan kuliner khas juga pengembangan sektor pariwisata .

"Di Bantul ini semestinya juga banyak sentra-sentra oleh-oleh khas Bantul yang harus kita dorong perkembangannya, agar mampu meningkatkan kesejahteraan warga Bantul," katanya.

Beberapa produk kuliner khas Bantul yang inovatif di antaranya keripik bonggol pisang, aneka makanan olahan hasil perikanan, juga produk inovatif berbahan pangan lokal lainnya.

"Kita harus bisa membuka pasar bagi inovasi dan kreasi di tengah persaingan yang sedemikian dahsyat ini, sehingga instansi terkait juga bisa menemukan penciptaan pasar yang efektif untuk produk itu," katanya.
KR-HRI



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026