Distan anjurkan petani terapkan sistem "jajar legowo"

id sawah

ilustrasi (Foto ANTARA/Mamiek)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta menganjurkan petani untuk menerapkan pengelolaan sawah dengan sistem tanam padi "jajar legowo" untuk meningkatkan produktivitas petani di wilayah tersebut.

"Pada musim tanam ini sebaiknya petani mengoptimalkan produktivitas dengan sistem tanam padi `jajar legowo`," kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sasongko di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut Sasongko, selama musim hujan ini, masa tanam padi di DIY berlangsung bertahap mulai bulan Oktober dan panen besar diperkirakan jatuh pada bulan Januari s.d. Februari 2017.?

Dengan sistem tanam "jajar legowo", menurut dia, akan memungkinkan penanaman padi lebih banyak. Selain itu, penyinaran cahaya matahari lebih baik sehingga gabah lebih berkualitas.

"Pemupukan hingga penyemprotan pestisida juga akan lebih dimudahkan karena lebih longgar," katanya.

Ia menjelaskan bahwa sistem tanam "jajar legowo" merupakan cara tanam padi sawah dengan pola beberapa barisan tanaman yang diselingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya ditanam pada barisan yang kosong dipindahkan sebagai tanaman sisipan di dalam barisan.

"Dengan jarak tanam yang teratur, matahari lebih banyak masuk sehingga fotosintesis makin bagus dan produktivitas meningkat," katanya.

Penanaman dengan sistem tersebut juga dinilai strategis seiring dengan luas area sawah di DIY yang terus berkurang karena beralih fungsi. Setiap tahun, lahan persawahan di daerah ini berkurang, kurang lebih 200 hektare.

"Kami hanya memberikan anjuran saja. Kami minta mereka (petani) memilih berbagai metode penanaman dengan bukti yang sudah ada," katanya.

Ia menyebutkan hingga saat ini luas lahan sawah di DIY mencapai 55.425 hektare, terdiri atas 10.366 hektare di Kulon Progo, 15.225 hektare di Bantul, 7.865 hektare di Gunung Kidul, 21.907 hektare di Sleman, dan 62 hektare di Kota Yogyakarta.

L007
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar