Pemkab diminta beri subsidi premi asuransi pertanian

id subsidi premi asuransi

Pemkab diminta beri subsidi premi asuransi pertanian

Menteri (Foto ANTARA)

Kulon Progo (Antara Jogja) - DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta pemerintah setempat memberi subsidi bagi petani untuk membayar premi asuransi komoditas pertanian, khususnya padi.

Ketua Pansus DPRD Kulon Progo Priyo di Kulon Progo, Kamis, mengatakan saat ini terjadi anomali iklim yang menyebabkan gagal panen.

"Keikutsertaan asuransi diharapkan dapat meringankan risiko petani bila terjadi gagal panen akibat bencana alam," katanya.

Ia mengatakan anomali iklim telah menyebabkan terjadinya beberapa kali banjir di wilayah Kulon Progo dan mengakibatkan gagal panen untuk tanaman melon, cabai merah, bawang merah, dan padi, sehingga petani mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Kecamatan yang sering terjadi bencana banjir, yakni Wates, Panjatan, Galur, dan Lendah. Banjir karena drainase terjadi pendangkalan sehingga air menggenai area persawahan yang ditanami padi dan komoditas hortikultura.

"Untuk itu, kami minta pemkab memprioritaskan asuransi bagi petani yang daerahnya potensial tergenang air," kata Priyo.

Wakil Ketua Pansus DPRD Kulon Progo Hamam Cahyadi meminta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo menyosialisasikan program tersebut kepada petani. Program itu dapat mengurangi kerugian petani bila terjadi gagal panen.

"Kami akan mendorong agar pemkab bisa menganggarkan subsidi. Nominalnya cukup murah karena pemerintah pusat sudah memberikan subsidi cukup besar. Dan yang jelas akan sangat membantu petani bila mengalami puso," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo Bambang Tri Budi Harsono menyampaikan keikutsertaan petani Kulon Progo dalam asuransi pertanian masih relatif kecil.

Dari luasan lahan 10 ribu hektare lebih, yang ikut asuransi baru 2.990 hektare dengan pembayaran premi Rp180 ribu per musim per hektare. Dari jumlah itu, pemerintah pusat memberikan subsidi Rp144 ribu sehingga yang dibayarkan petani Rp36 ribu.

"Kalau terjadi puso, petani mendapat asuransi sebesar Rp6 juta," katanya.

Bambang menyatakan selama 2016, di Kulon Progo terjadi tiga kali banjir yang menyebabkan gagal panen bagi empat jenis komoditas, yakni melon seluas 509 hektare, cabai merah 209 hektare, bawang merah 110 hektare, dan padi 1.000 hektare lebih.

"Tanaman padi yang terendam air tidak seluruhnya mengalami puso, namun mengakibatkan penurunan kualitas tanaman yang menyebabkan hasil panen kurang baik. Selain itu, banyak petani yang harus melakukan tanam ulang sehingga biaya produksi bertambah besar," kata dia.

(KR-STR)
Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar