Sultan HB X buka Jiffina 2017

id sultan

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X, Senin membuka gelaran Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2017? di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta.(Foto Antara/Luqman Hakim/ags/17)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X, Senin membuka gelaran Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2017? di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta.

Dalam pembukaan pameran mebel dan furnitur JIFFINA se-Jawa-Bali itu, Sultan berharap pameran itu mampu mendukung pencapaian target ekspor nasional mencapai 5 miliar dolar AS pada 2020.

"Meski tidak sebesar Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2017 yang didukung penuh pemerintah, JIFFINA yang digelar secara swadaya ini bisa mendukung capaian target ekspor nasional," katanya.

Sultan meyakini pameran yang diikuti oleh ratusan peserta pengusaha mebel dan kerajinan se-Jawa-Bali itu mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal, ikut mendorong tumbuhnya industri padat karya yang akhirnya memperluas lapangan kerja.

Menurut dia, jika pada gelaran JIFFINA 2016 para anggota bergerak mencari alternatif bahan baku ramah lingkungan, pada JIFFINA 2017 diharapkan produknya sudah harus memprioritaskan penggunaan sumber daya lokal agar usaha lokal bisa lebih ekspansif di pasar internasional.

Sultan berharap tema "Indonesia Original Product & Craft Resources" yang diusung JIFFINA 2017 betul-betul dapat direalisasikan dan ditindaklanjuti oleh para pengusaha mebel dan kerajinan saat dan pascapameran.

"Hendaknya bukan hanya jargon belaka, namun harus diikuti tindaklanjut pengembangan industri mebel dan kerajinan yang berbasis ragam etnik nusantara," katanya.

Sementara itu, Ketua Forum JIFFINA Jawa-Bali, Timbul Raharjo mengatakan gelaran JIFFINA telah dirancang berstandar Internasional baik tampilan stand, penanganan buyer, exhibitors, artistic, maupun promosinya.

Menurut Timbul, pada pameran kali ini terjadi peningkatan jumlah peserta jika dibandingkan pada JIFFINA 2016, dari 95 peserta menjadi 187 peserta. Selain itu, panitia juga telah mengundang 20.000 buyer mancanegara.

"Semoga pameran ini menjadi destinasi baru sebuah pameran yang mendekatkan buyers dengan UMKM," kata dia.

Menurut dia, penyelenggaraan JIFFINA 2017 pada Maret bertepatan dengan penyelenggaraan pameran-pameran Asia yang sedang berlangsung. Momen itu sangat penting dimanfaatkan karena para buyers Eropa, Amerika, Australia, dan negara lainnya sedang melakukan kunjungan bisnis termasuk ke Asia Tenggara.

"Mengingat JIFFINA memiliki potensi besar di mana lokasi Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur merupakan pusat UMKM mebel dan kerajinan di Indonesia," kata dia.

L007
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar