Selasa, 17 Oktober 2017

BPBD Bantul: 11 ritik longsor akibat hujan

id Longsor
BPBD Bantul: 11 ritik longsor akibat hujan
Ilustrasi, Tanah longsor (Foto Antara/Wahyu Putro)
Bantul, (Antara Jogja) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat kejadian tanah longsor di 11 titik akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu dalam beberapa hari terakhir.

"Terkait dengan kejadian longsor yang diakibatkan hujan semalaman, ada 11 titik, kalau awalnya dua titik, namun terus bertambah hingga terakhir 11 titik," kata Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Senin.

Menurut dia, 11 titik kejadian longsor yang meliputi tanah longsor, talud longsor dan tebing jalan di beberapa wilayah Bantul yang akibat hujan deras sejak Sabtu (18/3) malam hingga Minggu (19/3) pagi dan Minggu (19/3) malam.

Ia mengatakan dari 11 titik longsor itu untuk sementara sudah terkondisi dengan baik karena semuanya sudah dikerjabaktikan masyarakat, muspika dan juga BPBD semua bergotong-royong membantu masyarakat yang terkena musibah.

"Dari 11 titik longsor itu yang terdampak langsung hingga rumahnya rusak, hanya sekitar empat rumah, namun hari ini sudah kita kondisikan supaya segera diasesmen untuk keperluan bantuan bahan bangunannya," katanya.

Namun demikian, kata dia, bantuan bahan bangunan misalnya berupa batu bata untuk perbaikan diberikan bagi korban pemilik rumah yang memang mengalami rusak parah, sementara yang tidak rusak hanya dibantu membersihkan.

"Masing-masing rumah rata-rata dihuni empat jiwa. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Mereka tetap tinggal di situ karena yang terkena longsor hanya tembok sebagian sehingga masih bisa dihuni," katanya.

Ia mengatakan kejadian tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur semalaman di wilayah Bantul kemungkinan masih bertambah, karena diakui informasi longsor di Desa Seloharjo Pundong belum masuk laporan resmi ke instansinya.

"Kalau untuk kerugian materiil akibat kejadian tanah longsor berdasarkan data terakhir dari asesmen teman-teman di lapangan tidak sampai Rp25 juta dari 11 titik longsor tersebut," katanya.***4***

(KR-HRI)

Editor: Victorianus Sat Pranyoto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga