Pemkab: lahan bawang terendam belum tentu puso

id Bawang merah

Ilustrasi petani sedang merawat tanaman bawang merah (antarafoto.com)

Bantul, (Antara Jogja) - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan lahan bawang merah yang terendam air akibat guyuran hujan deras di daerah itu belum tentu puso.

"Meskipun tergenang kalau air sudah kering masih mungkin hidup, belum tentu mati. Kami akan melihat ke lapangan," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Senin.

Pulung membenarkan bahwa ada sebagian lahan bawang merah di wilayah Kecamatan Kretek dilaporkan terendam air akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu sejak Sabtu (18/3) malam hingga Minggu (19/3) pagi.

Ia mengatakan, laporan lahan bawang terendam air yang diterima instansinya hingga Senin ini baru satu hektare di Kretek dan belum ada laporan serupa dari wilayah lain yang terdapat tanaman hortikultura itu.

Namun demikian, kata dia, hingga kini dinas belum memiliki catatan kerugian yang dialami para petani akibat kejadian ini, apalagi dirinya membantah tanaman bawang merah akan mengalami gagal panen.

Pulung mengatakan, lahan pertanian di wilayah Kretek bisa terendam air karena topografi wilayah di sana berbentuk cekung, sehingga menyebabkan daerah pertaniannya terendam, bahkan jadi langganan terendam ketika musim hujan tiba.

Ia mengatakan, butuh teknologi guna antisipasi terendamnya lahan bawang di daerah itu apabila solusi yang diambil yaitu memperbaiki sistem saluran air.

Selain itu, kata dia, juga perlu koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Bantul yang punya wewenang dalam perbaikan jaringan irigasi.

"Ada juga cara lain yang bisa diambil, yaitu petani menggunakan bawang merah varietas benih tahan air seperti tiron yang merupakan benih bawang merah asli Bantul," katanya.***3**

(KR-HRI)
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar