Akademisi: pencegahan deforestasi hutan tropis perlu diperkuat

id Hutan tropis

Akademisi: pencegahan deforestasi hutan tropis perlu diperkuat

Ilustrasi (antaranews.com)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Pemerintah Indonesia perlu terus memperkuat pencegahan deforestasi hutan tropis nasional sebagai sumber perekokomian sekaligus penyeimbang dampak perubahan iklim, kata Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Muhammad Naim.

"Pelestarian hutan tropis merupakan amanat bangsa terutama bagi kelestarian generasi mendatang," kata Naim dalam diskusi "Kebangsaan Dalam Sumber Daya Alam" di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Selasa.

Menurut Naim, pencegahan deforestasi atau penurunan luasan lahan hutan tidak semata-mata dapat terwujud dengan kebijakan moratorium penebangan hutan. Deforestasi, kata dia, harus betul-betul diwujudkan dengan upaya rehabilitasi serta renovasi hutan dengan mengisi jenis-jenis tumbuhan lokal.

"Sesungguhnya tidak harus dengan moratorium sebab yang namanya hutan itu memang disemai, ditanam, dirawat, dan ditebang. Bukan tua dibiarkan," kata dia dalam acara yang diselenggarakan oleh Perwara Wredhatama itu.

Naim mengatakan tingginya laju degradasi dan kualitas hutan tropis berkaitan langsung dengan peningkatan bencana alam yang diakibatkan fenomena hidrometeorologi seperti banjir, longsor, serta dampak perubahan iklim.

"Selain itu juga berpengaruh terhadap kemiskinan khususnya bagi penduduk di desa yang kehidupannya berkaitan dengan hutan," kata dia.

Menurut Naim, dalam sektor kehutanan, paradigma pembangunan juga harus mampu mengakomodasi pemanfaatan hutan tropis yang mampu menghasilkan barang dan jasa bernilai tinggi.

"Kita harus memiliki keyakinan bahwa hutan adalah segala-galanya bagi kehidupan. Kita harus menanam banyak dan menebang banyak," kata dia.

Menurut dia, saat ini kontribusi sektor kehutanan terhadap ekonomi nasional cenderung menurun. Pada 1999 kontribusi sektor kehutanan mencapai 1,26 persen dan pada 2012 turun menjadi 0,67 persen terhadap perekonomian nasional.***4***

(L007)
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar