Jakarta elektrik PLN hattrick gelar proliga

Pewarta : id voli

Tim putri Jakarta Elektrik PLN (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

Yogyakarta (Antara) - Tim putri Jakarta Elektrik PLN mempertahankan gelar juara Kompetisi Bola Voli Proliga untuk ketiga kalinya berturut-turut setelah mengalahkan Jakarta Pertamina Energi 3-2 (25-20, 24-26, 25-22,18-25 dan 15-11) pada grand final di GOR Among Rogo Yogyakarta, Minggu.

"Untuk meraih kemenangan pada pertandingan terakhir ini sangat sulit, apalagi kami ingin mempertahankan gelar juara untuk ketiga kalinya berturut-turut," kata Pelatih Jakarta Elektrik PLN Tien Mei usai laga grand final.

Pertandingan tersebut berlangsung sengit sejak awal set pertama hingga set keempat. Kedua tim berbagi angka sama sehingga pertandingan harus dilanjutkan dengan set kelima untuk penentuan.

Tien Mei mengatakan untuk meraih kemenangan pada set kelima tidak hanya ditentukan pada faktor kemampuan teknik pemain tetapi sangat dipengaruhi faktor mental.

"Tim yang memiliki mental baik akan muncul sebagai pemenang. Kami melihat, tim Jakarta Pertamina Energi sudah kehilangan mental ketika mereka banyak melakukan kesalahan sendiri," katanya.

Pada awal set kelima, kedua tim saling berbagi angka hingga kedudukan 4-4, namun tim Jakarta Pertamina Energi banyak membuat kesalahan sendiri sehingga memberikan setidaknya delapan angka secara berturut-turut kepada Jakarta Elektrik PLN.

Penambahan angka yang cukup banyak tersebut, lanjut Libero Jakarta Electrik PLN Berlian Marsheilla, semakin melecutkan semangat dan tekad seluruh pemain untuk meraih kemenangan.

"Pada awalnya, kondisi tim kami sangat sulit. Ada tiga pemain yang tidak berada dalam kondisi yang baik karena sakit atau cedera. Namun, semuanya sudah bertekad untuk meraih kemenangan," katanya.

Sejumlah pemain dalam tim Jakarta Elektrik PLN, lanjut dia, juga baru pertama kali tampil pada laga grand final sehingga masih terlihat gugup. "Tetapi semua bermain baik dan bisa meraih kemenangan," katanya.

Sementara itu, Pelatih Jakarta Pertamina Energi Risco Herlambang mengatakan, final tahun ini merupakan pengulangan final tahun sebelumnya dengan hasil yang sama yaitu kemenangan Jakarta Elektrik PLN.

"Kami ucapkan selamat kepada Jakarta Elektrik PLN yang tampil sebagai juara. Penentuan pada pertandingan final ini ada di set kelima," katanya.

Risco mengatakan, tim yang mampu mengolah dan memainkan bola tinggi akan tampil sebagai pemenang seperti yang dilakukan oleh Jakarta Elektrik PLN.

"Kami tidak mampu meredam permainan mereka. Namun, kami sudah berusaha menampilkan permainan terbaik. Secara keseluruhan, kami tetap puas dengan permainan kami," katanya.

Sebagai juara, Jakarta Elektrik berhak menerima hadiah uang Rp200 juta sedangkan Jakarta Pertamina sebagai peringkat keduamemperoleh Rp100 juta.

Pada kesempatan itu spiker Jakarta Elektrik, Aprilia Manganang terpilih sebagai pemain terbaik sejati (Most Valuable Player).

(E013)
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar