KSAD: Sultra rawan transaksi Narkoba

id Sulawesi utara rawan transaksi narkoba

KSAD: Sultra rawan transaksi Narkoba

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono (tengah) didampingi Komandan Batalyon 725 Woroagi Letkol Inf Jamet Nijo (kiri) tiba di Batalyon 725 Woroagi di Desa Boroboro, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu (26/4). (ANTARA FOTO/Jojon/ama/17

Kendari (Antara) - Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang memiliki wilayah perairan seluas 74 persen rawan transaksi Narkoba sehingga upaya preventif harus ditingkatkan.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono di Kendari, Kamis, mengatakan Narkoba dapat diedarkan oknum dengan modus wisatawan yang berkunjung ke sejumlah obyek wisata, seperti Kabupaten Wakatobi.

"Seluruh elemen masyarakat Sultra harus sadar bahwa daerah ini memikat wisatawan dan siapa pun untuk hadir. Pemetrintah bersama TNI dan Polri harus bersinergi untuk menangkal Narkoba," katanya.

KSAD Jenderal Mulyono berada di Kota Kendari, Sultra atas permintaan pemerintah daerah sebagai inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 Provinsi Sulawesi Tenggara.

Selain rawan Narkoba juga Sultra harus waspada praktik perdagangan manusia maupun radikalisme.

"Sultra harus aman dari ancaman perpecahan. Indonesia harus menjadi bangsa pemenang ditengah kompetisi global yang makin ketat," ujarnya.

Sumber daya alam yang melimpah di bumi yang dikarunai Tuhan Yang Maha Kuasa harus dikelola untuk kesejahteraan seluruh rakyat bukan untuk suatu kelompok atau golongan.***2***(S032)
Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar