Polda minta ormas tidak "sweeping" selama Ramadhan

Pewarta : id Polda

Ilustrasi (Foto antaranews.com)

Yogyakarta (Antara) - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta organisasi kemasyarakatan di daerah itu tidak melakukan aksi "sweeping" atau penyisiran selama bulan suci Ramadhan.

"Tidak boleh mereka main hakim sendiri karena itu seluruhnya kewenangan dan tanggungjawab kami," kata Kapolda DIY Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dofiri seusai acara ikrar anti-kekerasan SMA-SMK se-DIY di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Kamis sore.

Menurut Dofiri, Polda DIY telah menggelar pertemuan dengan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Yogyakarta untuk memberikan pemahaman mereka terkait kewenangan penanganan hiburan malam atau penjualan minuman keras saat Ramadhan. "Sepekan menjelang Ramadhan akan kami kumpulkan ormas-ormas kembali," kata dia.

Dofiri mengatakan setiap ormas tidak memiliki hak atau kewenangan untuk melakukan "sweeping" atau tindakan paksa lainnya. "Kalau ada `sweeping` tentu akan kami tindak tegas. Masyarakat atau ormas manapun tidak boleh melakukan itu," kata dia.

Seandainya menemukan adanya pelanggaran atau penjualan minuman keras selama bulan suci Ramadhan, menurut dia, ormas-ormas tersebut dapat melaporkannya ke kantor kepolisian terdekat sebab Polda DIY, kata dia, juga akan menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) untuk menjaga kekhusyukan selama bulan suci Ramadhan.

"Mereka boleh memberikan masukan laporan kepada kepolisian, selanjutnya biar kami yang menangani," kata dia.

Namun demikian, ia optimistis tidak akan ada aksi sepihak yang dilakukan oleh ormas di DIY selama Ramadhan.

BMengacu pengalaman tahun sebelumnya, Dofiri mengklaim tidak ditemukan aski penyisiran yang dilakukan oleh ormas. "Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah tidak ada (main hakim sendiri)," kata dia.

(L007)
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar