Polresta Yogyakarta menangkap pelaku penyalahgunaan psikotropika

id pelaku penyalahgunaan psikotropika

Ilustrasi obat-obatan jenis psikotropika (Foto kspanpetang.wordpress.com) (kspanpetang.wordpress.com)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Yogyakarta menangkap?pelaku penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang termasuk psikotropika golongan IV.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Yogyakarta Komisaris Polisi Sugeng Riyadi saat jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Senin, mengatakan pegguna seorang pria yang ditangkap berinisial DN (23).

Ia di tangkap di Wilayah Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu (31/5) pukul 19.00 WIB.

"Saat dilakukan penggeledahan terhadap DN ditemukan barang bukti 14 pil alprazolam dengan berat 1 miligram," kata Sugeng.

Menurut Sugeng, dari hasil interogasi petugas terhadap DN didapat keterangan bahwa psikotropika yang digunakan diperoleh dengan cara membeli dari seseorang berinisial HS di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Selanjutnya, petugas Satresnarkoba Polresta Yogyakarta melakukan pengembangan kasus di Wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah, untuk mengejar HS (31). Pada 1 Juni 2017, HS yang sedang pesta sabu bersama dengan teman-temannya SH (29) dan BA (21) berhasil ditangkap petugas di tempat kosnya di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Setelah dilakukan penggeledahan terhadap HS, petugas berhasil menyita barang bukti psikotropika di antaranya 180 butir pil Dumolid Nitrazepam, 15 butir pil riklona clonazepam, 70 butir pil alprazolam, serta 30 butir pil ativan lorazepam. Petugas juga menemukan satu klip plastik isi sabu-sabu beserta alat hisapnya.

Selain dari HS, menurut Sugeng, DN juga mengaku pernah ditawari psikotropika oleh seseorang berinisial HV (23). Selanjutnya pada 1 Juni 2017 petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap HV di Wilayah Umbulharjo, Yogyakarta. Dari HV, petugas berhasil menyita 10 butir pil riklona clonazepam.

Atas perbuatannya, menurut Sugeng, DN disangkakan melanggar Pasal 62 Undang-Undang (UU) RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta.

Sementara terhadap HS selain dijerat dengan UU psikotropika juga dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman delapan tahun penjara dan denda Rp8 miliar.

Sedangkan, HV dijerat Pasal 62 Jo Pasal 60 ayat (1) Jo Pasal 71 Undang-Undang (UU) RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp300 juta.



(T.L007)
Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar