Yogyakarta pastikan kesiapan jaga kamtibmas lebaran

id Haryadi suyuti

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti (foto: blog walikota jogja)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Pemerintah Kota Yogyakarta didukung aparat kepolisian dan pihak terkait lainnya memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasana pendukung untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pada Lebaran 2017.

"Selain mewujudkan rasa aman, nyaman, dan tertib di tengah masyarakat, kami juga ingin memastikan harga bahan kebutuhan pokok tetap stabil, serta arus lalu lintas tetap lancar," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti pada apel Operasi Ramadniya Progo 2017 di Yogyakarta, Senin.

Ia kemudian meminta agar masyarakat ikut berperan mewujudkan keamanan dan ketertiban di lingkungannya masing-masing meskipun sudah ada personel dari kepolisian atau perlindungan masyarakat yang ikut membantu mengamankan wilayah.

"Misalnya saja, warga yang hendak bepergian selama libur Lebaran agar memberi tahu tetangga atau pengurus RT/RW," katanya.

Sedangkan untuk stabilisasi harga pangan, Haryadi memastikan bahwa Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Yogyakarta selalu melakukan pemantauan harga bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional.

"Stabilisasi harga pangan bisa dilakukan melalui toko Segara Amarto yang ada di Pasar Beringharjo dan Pasar Kranggan. Harga bahan kebutuhan pokok yang dijual di toko tersebut bisa menjadi referensi bagi konsumen saat akan berbelanja," katanya.

Ia juga meminta agar petugas melakukan pemantauan terhadap kualitas bahan kebutuhan pokok yang dijual, termasuk memastikan agar tidak ada barang kedaluarsa yang ikut dijual.

Sedangkan untuk kelancaran arus lalu lintas selama libur Lebaran, Haryadi sudah meminta Dinas Perhubungan bersama Kepolisian Resor Kota Yogyakarta untuk memasang rambu petunjuk arah jalur alternatif, termasuk melakukan manajemen lalu lintas di jalan yang berpotensi mengalami kemacetan.

Sementara itu, Kepolisian Resor Kota Yogyakarta akan menerjunkan sekitar 1.800 personel selama Operasi Ramadniya Progo 2017.

Kepolisian diminta mengoptimalkan layanan publik termasuk kebutuhan informasi dan penanganan keadaan darurat terutama saat puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi H-2 dan puncak arus balik yang diperkirakan terjadi H-5.

Secara nasional, jumlah angka kecelakaan lalu lintas dan korban meninggal dunia selama libur Lebaran pada 2016 mengalami penurunan dibanding 2015, namun angka kejahatan dan gangguan keamanan dan ketertiban pada 2016 justru meningkat dibanding tahun sebelumnya.***2***


(E013)
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar