LKY minta warga Yogyakarta waspadai penipuan umrah

id umrah

Ilustrasi (Foto antaranews.com) (antaranews.com)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) meminta warga di Daerah Istimewa Yogyakarta mewaspadai modus penipuan biro perjalanan bodong yang kerap mengorbankan calon jamaah yang hendak melakukan umrah.

"Jangan asal murah lalu dipilih. Masyarakat harus tetap kritis menentukan biro perjalanan umrah," kata Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) Saktyarini Hastuti di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Hastuti, kewaspadaan itu perlu ditingkatkan mengingat banyaknya masyarakat Yogyakarta yang telah menjadi korban biro travel dengan iming-iming biaya murah.

Hastuti mengatakan sejak pertengahan bulan puasa atau Juni 2017 hingga saat ini LKY telah menerima aduan delapan orang korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh Agen Biro Perjalanam Umrah First Travel Yogyakarta.

Berdasarkan keterangan dan informasi para korban, jumlah keseluruhan korban dugaan penipuan di Yogyakarta berjumlah 100 orang.

"Yang mengadu memang delapan, tetapi berdasarkan informasi ada sekitar 100 orang yang menjadi korban. Kalau ditaksir total kerugian mencapai Rp1,7 miliar," kata dia.

Hastuti mengatakan sebagian besar korban itu dijanjikan untuk berangkat pada Mei 2017 dengan biaya Rp14 juta. Namun dengan berbagai alasan kendala jadwal pemberangkatan diundur kembali disertai permintaan biaya tambahan Rp7 juta.

"Awalnya Mei, lalu diundur lagi Juni dan hingga Juli belum ada yang berangkat padahal sudah ada yang diminta biaya tambahan," kata dia.

Hingga saat ini, kata dia, LKY masih memproses aduan para delapan korban itu dengan bertemu langsung dengan pihak First Travel Yogyakarta. Dari pihak biro perjalanan itu menjamin uang akan dikembalikan.

Apabila, tidak kunjung memberikan kepastian, menurut dia, akan dilanjutkan dengan menempuh jalur hukum. "Ganti rugi juga sampai sekarang diulur-ulur terus dengan berbagai alasan," kata dia.

Menurut Hastuti, masyarakat sebaiknya mencermati rekam jejak masing-masing biro travel haji dan umrah yang hendak dipilih. "Tawaran biaya perjalanan yang murah perlu dipertimbangkan secara logis, karena mereka memanfaatkan keinginan masyarakat yang kuat untuk melakukan haji atau umrah," kata dia.

Dia juga berharap masyarakat yang menjadi korban penipuan biro travel tesebut berinisiatif melaporkan kasus yang dialaminya baik kepada LKY atau pihak berwajib.

"Kalau mau melaporkan berarti dia juga membantu orang lain dengan memutus mata rantai penipuan yang berpotensi terjadi berikutnya," kata dia.
L007
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar