Selasa, 17 Oktober 2017

Sepak Bola - PSS Sleman taklukkan Persibat Batang 3-0

id PSS lawan Persibat
Sepak Bola - PSS Sleman taklukkan Persibat Batang 3-0
PSS Sleman (ist)
Sleman, 8/8 (Antara) - Tim tuan rumah PSS Sleman berhasil menaklukkan tim tamu Persibat Batang dengan skor 3-0 dalam pertandingan Lanjutan Liga 2 Indonesia di Stadion Internasional Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu sore.

Gol kemenangan PSS Sleman diciptakan pada menit 37 babak pertama oleh Muhammad Bagus Nirwanto, kemudian gol kedua oleh Nono Mardiono pada menit 78 serta satu gol disumbangkan oleh Kito Candra Waskito empat menit kemudian atau menit 82.

Tim tuan rumah PSS Sleman yang bermain dihadapan para suporter yang memenuhi seluruh tribun di Stadion Maguwoharjo terutama tribun selatan, utara dan timur langsung melakukan serangan sejak wasit Muslimin asal Makassar meniup peluit tanda pertandingan dimulai.

Serangan-serangan PSS Sleman melalui Riski Novriansyah, Bagus Nirwanto maupun Rosy Noprihanis beberapa kali merepotkan barisan belakang Persibat Batang yang dikawal Arif Budiono, Moh Al Amin maupun Supriyono.

Namun serangan bertubi-tubi dari PSS Sleman tersebut belum mampu membuahkan gol untuk kemenangan tuan rumah.

Sebaliknya tim tamu, meski terus menerus mendapat serangan dari tuan rumah, namun sempat beberapa kali melakukan serangan balik yang mengancam gawang PSS Sleman yang dikawal Syahrul Trisna Fadillah.

Namun serangan-serangan balik dari Persibat Batang yang dibangun Ishak Yustinus Mesak Djober, Honi Makrufan maupun Hapidin selalu dapat dimentahkan barisan belakang PSS Sleman yang ditempati Waluyo, Arie Sandi dan Ardi Idrus.

PSS Sleman baru berhasil menciptakan gol pada menit 37 melalui sundulan kepala Muhammad Bagus Nirwanto yang memanfaatkan bola tendangan bebas yang mengarah ke depan gawang Persibat Batang.

Bola sundulan Bagus Nirwanto yang tepat mengarah ke tengah gawang gagal diantisipasi penjaga gawang Persibat Batang Muh Sendri Johansyah sehingga merubah kedudukan menjadi 1-0 untuk PSS Sleman.

Kedudukan 1-0 untuk PSS Sleman tersebut bertahan hingga Wasit Muslimin dari Makassar meniup peluit panjang berakhirnya 45 menit babak pertama.

Memasuki babak kedua, PSS Sleman tetap tampil agresif untuk melakukan tekanan-tekanan ke jantung pertahanan Persibat Batang.

Pada babak kedua ini pelatih PSS Sleman melakukan beberapa pergantian pemain dengan menarik keluar Rosy dan memasukkan Nono Mardiono serta menarik keluar Bagus Nirwanto dan memasukkan Kito Candra Waskito.

Masuknya dua pemain pengganti ini terbukti mampu meningkatkan daya serang PSS Sleman, terbukti pada menit 78 tendangan keras Nono Mardiono di sisi kanan gagal dijangkau kiper dan merobek jala gawang Persibat Batang hingga merubah kedudukan menjadi 2-0 untuk PSS Sleman.

Empat menit kemudian atau pada menit 82 kembali pemain pengganti Kito Candra Waskito menambah pundi kemenangan tuan rumah PSS Sleman menjadi 3-0.

Berawal dari serangan di sayap kanan PSS Sleman, Kito Candra Waskito berhasil mendapatkan bola matang di sisi kiri gawang Persibat Batang.

Melalui tendangan pelan yang gagal ditangkap sempurna kiper Persibat Batang Muh Sendri Johansyah, dan bergulir menembus sisi kanan gawang hingga mengubah kedudukan menjadi 3-0 untuk PSS Sleman.

Kedudukan 3-0 untuk PSS Sleman ini bertahan hingga peluit panjang tanda pertandingan selesai.

Pelatih PSS Sleman Freddy Mulli mengatakan dirinya akan membawa tim PSS Sleman untuk menjaga "performance" sampai lolos 16 besar.

"Saat ini masih belum. Kalau PSS Sleman kalah tiga kali dan PSGC menang tiga kali maka bisa saja kita turun klasemen. Target kami aman poin 31 baru bisa sedikit lega," katanya.

Ia mengatakan, dirinya tidak ingin main-main di sisa pertandingan dan tetap mempertahankan "winning tim" termasuk pemain pengganti.

"Bila masuk harus berkembang dari sebelumnya. Persaingan di tim harus "fair" dan tak ada pilih kasih. Pemain yang bagus kami mainkan sesuai kebutuhan tim. Kami tidak sembarang pilih dan masukkan pemain," katanya.

Sedangkan pelatih Persibat Batang Daniel Roekito mengatakan mental pemain masih menjadi masalah.

"Memang saya kerja keras. Maunya menang tapi tidak mampu. Masuk lapangan tak tahu apa yang akan diperbuat. Tadi ada beberapa peluang bagus tapi kami perlu waktu. Pressure mereka bagus. Kami hanya bisa kejar `playoff`. Berat tapi itu masih mungkin. Kita ingin banyak belajar dulu di Liga 2," katanya. ***4***

Editor: Eka Arifa Rusqiyati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga