Plasma pisang kewalahan penuhi permintaan kultur jaringan

id Plasma pisang kewalahan penuhi permintaan kultur jaringan

Bibit pisang hasil kultur jaringan di Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta (Foto ANTARA/Eka Ariffa/ags/17)

Yogyakarta (Antara) - Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta kewalahan memenuhi permintaan bibit pisang hasil kultur jaringan karena keterbatasan kapasitas laboratorium dan lokasi aklimatisasi.

"Saat ini dalam satu tahun kami bisa memproduksi sekitar 1.500 bibit pisang hasil kultur jaringan. Padahal, setiap bulan bisa ada permintaan 300 bahkan 500 bibit pisang sehingga kami tidak bisa memenuhinya," kata Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Imam Nur Wahid di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, permintaan bibit pisang hasil kultur jaringan tersebut tidak hanya berasal dari Yogyakarta atau DIY saja tetapi sampai ke luar daerah bahkan hingga ke luar Jawa.

Harga satu bibit pisang hasil kultur jaringan yang sudah siap ditanam cukup murah, yaitu Rp8.000 per bibit.

Imam menyebut, produksi bibit pisang kultur jaringan tersebut merupakan salah satu usaha yang potensial untuk dikembangkan di Kebun Plasma Nutfah Pisang Yogyakarta.

Sejumlah keunggulan pembibitan pisang dengan teknik kultur jaringan di antaranya adalah mampu memproduksi bibit dalam jumlah banyak hingga 200 bibit sekaligus, hasil bibit seragam, bebas hama dan penyakit serta bisa dikemas dengan mudah jika harus dikirim ke luar daerah.

"Tanaman pisang yang dihasilkan dengan teknik kultur jaringan tidak berbeda dengan pisang yang tumbuh langsung dari tunas. Rasa pisang yang dihasilkan juga sama," katanya.

Meskipun demikian, waktu yang dibutuhkan untuk menumbuhkan bibit dari kultur jaringan cukup lama yaitu hingga sembilan bulan.

"Biasanya, bibit pisang yang kerap dipesan adalah pisang untuk keperluan konsumsi seperti pisang raja, pisang kepok dan ambon," katanya.

Selain bibit pisang, Imam akan mencoba menerapkan teknik kultur jaringan untuk budi daya tanaman lain seperti anggrek sehingga produk yang dihasilkan kebun plasma tersebut semakin beragam.

Kebun plasma pisang yang berada tepat di perbatasan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul tersebut merupakan kebun plasma pisang terlengkap di Indonesia bahkan diklaim sebagai kebun terlengkap di Asia Tenggara dengan koleksi 346 kultivar pisang.

Selain memenuhi permintaan bibit dan pelestarian berbagai pisang, kebun plasma tersebut akan dikembangkan menjadi "edu agro tourism" yaitu agrowisata yang dipadukan dengan edukasi mengenai berbagai hal tentang pisang. ***4***(E013)

Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar