Selasa, 17 Oktober 2017

Bantul usulkan pembangunan empat titik tempat evakuasi

id evakuasi
Bantul usulkan pembangunan empat titik tempat evakuasi
ilustrasi (Foto Antara/Hery Sidik)
Bantul (Antara Jogja) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengusulkan pembangunan tempat evakuasi sementara di empat titik kawasan pantai selatan saat terjadi gempa bumi yang disertai gelombang tsunami.

"Tempat evakuasi sementara di Bantul itu rencananya ada empat, satu di utara Pantai Kuwaru, utara Pantai Samas, utara Pantai Depok, dan di bukit Syech Bela Belu Parangtritis," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, usulan pembangunan tempat evakuasi sementara bagi warga pesisir atau wisatawan pantai ketika ada gempa bumi yang diikuti tsunami sudah disampaikan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Ia mengatakan, dari empat tempat evakuasi sementara itu, sudah dibangun satu di utara Pantai Kuwaru Poncosari berupa gedung satu lantai pada ketinggian sekitar 11 meter, dan hingga saat ini masih proses pemeliharaan sebelum diserahterimakan.

"Kalau mekanisme pembangunan tetap sama dari Jakarta oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Yang di Kuwaru sudah dibangun, namun yang tiga tunggu Pak Presiden Jokowi bangun sarana prasarananya," katanya.

Dwi Daryanto mengatakan, untuk tempat evakuasi sementara di Pantai Samas rencananya akan memanfaatkan bangunan mangkrak di dekat Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Samas, namun untuk konsep masih menunggu komunikasi lebih lanjut.

"Sedangkan yang di Pantai Depok juga menggunakan gedung TVRI yang berada di dekat Pos TNI Angkatan Laut (AL). Jadi nanti fungsinya untuk evakuasi warga sekitar, seperti di Kuwaru itu khusus untuk Desa Poncosari mulai Pandansimo sampai Kuwaru," katanya.

Ia mengatakan, sedangkan tempat evakuasi sementara di bukit Syech Belu Belu berbeda dengan tiga lainnya yang berupa bangunan di lantai atas, karena memanfaatkan bukit yang selama ini difungsikan sebagai tempat observasi penentuan bulan Ramadhan.

"Jadi yang di Syech Bela Belu kami lebarkan tangga naiknya, kapasitas malah lebih luas karena di atas bukit tanah lapang. Kalau jadi di atas kami tinggal menambah fasilitas umum seperti toilet dan sebagainya," katanya.

KR-HRI

Editor: Nusarina Yuliastuti

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga