UGM-Kagama gairahkan penciptaan karya sastra melalui Lomba Sastra dan Seni 2017

id UGM-Kagama gairahkan penciptaan karya sastra melalui Lomba Sastra dan Seni 2017

Ketua Panitia Lomba Sastra dan Seni 2017 Aprianus Salam (paling kiri), Sekjen Kagama Ari Dwipayana, Dekan FIB UGM Wening Udasmoro, dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Paripurna P Sugarda memberikan paparan dalam peluncuran Penghargaan

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada atau Kagama menggelar Lomba Sastra dan Seni 2017 untuk menggairahkan kembali penciptaan karya sastra dan seni di kalangan masyarakat.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Wening Udasmoro di Kampus UGM, Jumat, mengatakan lomba yang terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia itu mengangkat tema "Revitalisasi Penghargaan Terhadap Perbedaan".

"Semoga bisa menggairahkan kembali sesuatu yang hilang yakni kecintaan masyarakat terhadap sastra dan seni," kata dia.

Menurut dia, sastra dan seni pada masa lalu pernah menjadi garda terdepan pangasah budi, namun tiba-tiba tergantikan oleh kehadiran media massa dalam bentuk sosial media.

"Karya sastra mengalami penurunan penikmat dibuktikan dengan semakin mengecilnya ketertarikan mahasiswa pada kajian puisi dan prosa," kata dia.

Wening meyakini penyelenggaraan lomba sastra dan seni yang sudah keempat kalinya digelar itu secara perlahan juga mampu mendorong masyarakat untuk memiliki budaya bertutur secara lebih baik, khususnya di media sosial.

"Kita tahu sekarang sedang mengalami degradasi kesopanan dalam bertutur di ranah virtual," kata dia.

Tema "Revitalisasi Penghargaan Terhadap Perbedaan" sengaja dipilih dalam perlombaan tahun ini karena, menurut Wening, memiliki relevansi untuk mengangkat kembali realitas bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang plural.

Bangsa Indonesia, kata dia, dalam sejarahnya memiliki pengalaman panjang dalam menghargai keberagaman dalam berbagai aspek kehidupan, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. "Sehingga semangat ini penting kita tumbuhkan kembali melalui sastra dan seni," kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Ari Dwipayana mengatakan dukungan penuh Kagama terhadap perhelatan lomba itu karena sastra dan seni dinilai memiliki harapan besar menghilangkan budaya saling hujat dan fitnah yang rentan menyebabkan perpecahan.

"Sastra itu punya kekuatan luar biasa karena mampu memengaruhi atau mengajak orang berpikir tentang sesuatu tanpa harus secara fulgar dikatakan," kata Ari yang juga Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi ini.

Menurut dia, dengan sentuhan seni dan sastra perdebatan di ruang publik mampu disajikan secara santun serta memiliki etika dan estetika. "Perdebatan dengan cara-cara yang gaduh jelas tidak akan berdampak terhadap peningkatan kualitas kehidupan kita," kata dia.

Ketua Panitia Lomba Sastra dan Seni 2017, Aprianus Salam mengatakan lomba yang terbuka untuk umum itu mencakup lomba penulisan puisi, lomba penulisan cerita pendek, lomba penulisan kritik sastra, lomba penulisan meme yang seluruhnya harus sudah dipublikasikan di media sosial. Selain itu, ada lomba fotografi, lomba pembuatan film (durasi 10 menit), serta lomba pembuatan profil FIB UGM (durasi 7 menit).

Menurut dia, Batas akhir pengumpulan materi lomba jatuh pada 30 September 2017 dan masa penjurian akan dilakukan pada 5-20 Oktober 2017. Sedangkan, pengumuman pemenang lomba akan dilaksanakan pada acara Malam Anugerah Sastra dan Seni ke-4 2017 di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri UGM pada 9 November 2017.

"Para pemenang lomba akan kami apresiasi dengan sertifikat dan uang tunai Rp5 juta hingga Rp10 juta," kata dia.




(T.L007)




























































Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar