Logo Header Antaranews Jogja

Petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban bertambah

Kamis, 31 Agustus 2017 00:00 WIB
Image Print
Pusat penjualan hewan kurban berupa kambing di Jalan Wates KM 13 Sedayu, Bantul. (Foto ANTARA/Mamiek)

Bantul, (Antara Jogja) - Petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban pada pelaksanaan Idul Adha 1438 Hijriah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogakarta, bertambah dari 150 orang menjadi 270 orang.

"Awalnya 150 petugas, ada tambahan takmir masjid 100 orang sehingga menjadi 250 orang, kemudian dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM nambah lagi 20 orang sehingga total menjadi 270 orang," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Rabu.

Menurut dia, seluruh petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban yang 50 orang berasal dari petugas dinas itu sudah diberikan pembekalan mengenai pemeriksaan hewan. Mereka akan bertugas di 75 desa se-Bantul sejak jelang hingga pelaksanaan kurban.

"Tugasnya itu kemarin sudah kita bagi ke-75 desa, dari 75 desa itu ada titik-titik pemotongannya, tugasnya hari pertama sebelum hari H memeriksa kesehatan hewannya di titik titik tertentu, kemudian hari kedua memeriksa setelah disembelih," katanya.

Ia menjelaskan, yang perlu diwaspadai petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban adalah pembekakan pada limfa hewan atau adanya cacing hati pada hewan setelah disembelih, kalau itu ditemukan maka perlu ada upaya untuk penangannnya.

"Kalau limfa membengkak atau ada cacing hati itu yang perlu segera diambil tindakannya oleh dokter yang bertugas saat itu, jadi misalnya daging dipotong, dikubur atau bagaimana yang tahu dokter pada waktu itu," katanya.

Pulung mengatakan, ratusan petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban itu setidaknya bertigas selama empat hari mulai Kamis, sehari sebelum Idul Adha kemudian tiga hari selanjutnya pada saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di titik-titik pemotongan.

"Kalau ada apa-apa silakan menghubungi ke kantor, misalnya kalau ada kejadian yang dirasa mereka tidak bisa mengambil keputusan. Itu dilakukan agar tidak salah dalam mengambil tindakan," katanya.

Terkait dengan titik pemotongan hewan kurban, kata dia, ada sebanyak 2.010 titik yang rencananya akan digunakan untuk pemotongan oleh panitia hewan kurban, yang mayoritas berada di halaman masjid maupun mushala di tengah-tengah masyarakat.

"Kalau jumlah hewan yang akan dipotong belum tahu, nanti tahunya setelah hari terakhir, kan dari dokter laporan, misalnya takmir di dusun ini memotong berapa, di dusun lain berapa itu kita kumpulkan. Jadi nanti kita hitung tahun ini sekian," katanya.

(T.KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026