Perajin batik DIY diminta gunakan batik mark

id batik

Perajin batik DIY diminta gunakan batik mark

Ilustrasi, membatik (Foto ANTARA)

Yogyakarta (Antara) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta meminta para perajin batik di Derah Istimewa Yogyakarta menggencarkan penggunaan "batik mark" atau label keaslian batik dalam rangka meningkatkan daya saing produk batik.

"Melalui `batik mark`, masyarakat akan semakin yakin dengan kualitas dan keaslian produk batik Yogyakarta," kata Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY Syahbenol Hasibuan di Yogyakarta, Minggu.

Menurut Syahbenol, untuk mendaftar label batik mark para perajin cukup mendatangi Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian di Yogyakarta. Sebelum mendapatkan batik mark, masing-masing sampel batik akan diuji keasliannya.

"Saya yakin sekarang semua perajin batik sudah paham tentang `batik mark`," kata dia.

Menurut dia, batik-mark dapat memberi kepastian hukum bagi produsen dan konsumen produk batik terhadap keaslian dan mutu produk yang diperdagangkan.

"Batik mark digunakan untuk menandai keaslian batik, di tengah maraknya penjualan batik palsu atau produk tekstil bermotif batik," kata dia.

Selain itu, kata dia, batik-mark juga berperan sebagai salah satu instrumen untuk mempromosikan batik Indonesia di pasar Internasional. "Sehingga kalau mau mempertahankan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia, unsur-unsur keaslian produk batik juga harus dipenuhi," kata dia.

Anggota Dewan Pengurus Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY), Widijantoro mengatakan selain perlu dipahami dikalangan produsen atau perajin, batik mark juga perlu disosialisasikan di kalangan konsumen. Menurut dia batik memiliki ciri dan kualivikasi yang tidak mudah dikenali oleh konsumen secara umum.

"Memang batik merupakan komoditas yang sangat cepat dan variatif perkembangan jenisnya sehingga penyajian informasi yang jelas sangat penting bagi konsumen terhadap produk itu," kata Widijantoro.

(L007)
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar