Pisau Batik Bantul dipasarkan sampai Malaysia

id Pisau Batik Bantul

Proses pembuatan kerajinan serat alam dan vinyl di Bantul, DIY (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (Antara Jogja) - Kerajinan pisau batik produksi pengrajin di Sentra Cipta Batik Logam pedukuhan Krengseng, Desa Bangunjiwo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dipasarkan sampai luar negeri seperti Malaysia dan Perancis.

"Dari luar negeri yang baru menggandrungi pisau batik ini warga dari Malaysia dan Perancis, setiap waktu tertentu memesan untuk dikirim," kata pengrajin pisau batik di Sentra Cipta Batik Logam Krengseng Sudiman di Bantul, Selasa.

Menurut dia, pisau batik Bantul yang diminati warga Malaysia dan Perancis berupa pisau ukir buah yang digunakan untuk mengiris dan mengukir berbagai buah-buahan, bahkan setiap permintaan minta dikirim dalam jumlah tidak sedikit.

Ia mengatakan, pesanan pisau ukir buah dari Malaysia rata-rata setiap dua bulan sekali sebanyak 250 kodi (isi 20 buah per kodi), namun demikian hanya disanggupi rumah produksinya sebenyak 150 kodi karena keterbatasan tenaga.

"Dari Malaysia kira-kira sudah 3,5 tahun lalu dan makin ke sini permintaan terus bertambah, sementara kalau dari Perancis belum lama, dan biasanya permintaan datang tiap dua minggu sekali dalam bentuk box (isi empat pisau)," katanya.

Sudiman mengatakan, pisau ukir buah dengan gagang kayu dibatik dan mata pisau dari logam itu dijual dengan harga Rp35.000 per buah, sedangkan pisau batik logam berbagai ukuran dijual dari harga Rp25 ribu sampai Rp150 ribu per buah.

"Pisau batik ini diminati karena mempunyai keunikan tersendiri, yaitu selain ada motif batik pada logam juga bisa sebagai hiasan. Selain itu bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari di rumah tangga," katanya.

Ia mengatakan, usaha membuat pisau batik yang digeluti sejak delapan tahun silam ini merupakan usaha warisan orang tua, yang awalnya dikerjakan sendiri, namun sampai saat ini sudah mempekerjakan enam tenaga dari warga setempat.

"Untuk kapasitas produksi rata-rata sebanyak 50 buah pisau per dua minggu, namun stok yang siap sedia sekitar 150 buah. Selain itu kita juga memproduksi pisau dapur, kemudian golok kalau ada pesanan dari pembeli," katanya.

Menurut dia, untuk pisau dapur dan berbagai jenis pisau lainnya permintaan datang dari masyarakat sekitar, kemudian pernah ada pesanan dari Sumatera dan Riau, bahkan karena permintaan banyak dirinya mengaku kuwalahan memenuhi.

(T.KR-HRI)
Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar