Petani Kulon Progo keluhkan harga cabai rendah

id harga cabai rendah

Petani Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, memanfaatkan lahan tidur untuk menanam cabai. Keuntungan yang didapat petani berlipat-lipat seiring kenaikan harga cabai dipasaran. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Petani cabai di lahan pasir Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluhkan rendahnya harga cabai di tingkat petani yang di bawah harga impas.

"Hampir satu bulan terakhir, harga cabai di tingkat petani berkisar Rp4.000 hingga Rp7.000 per kilogram (kg). Harga terendah Rp4.000 dan harga tinggi Rp7.000 per kg. harga berubah setiap hari, tapi tidak lebih dari Rp7.000 per kg," kata Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji Bugel Sukarman di Kulon Progo, Rabu.

Ia mengatakan harga impas cabai berkisar Rp6.000 ribu per kg, namun harga cabai Rp4.000 sampai Rp7.000 per kg, petani tidak mendapat keuntungan. Anjloknya harga cabai dikarenakan berbagai wilayah di Indonesia sedang memasuki masa panen.

Selain itu, berdasarkan informasi ada cabai impor masuk di berbagai pasar besar di Jakarta dan Surabaya sehingga menyebabkan harga anjlok.

"Kami hanya pasrah dengan harga cabai saat ini. Kami hanya bisa berharap, pemerintah menghentikan impor cabai yang bisa merusak harga di tingkat petani," katanya.

Sukarman mengatakan harga cabai pada panen raya pada Mei sampai Juli di tingkat petani berkisar Rp10 ribu hingga Rp12.000 per kg. Setelah itu, harga cabai turun secara bertahap.

Di sisi lain, hasil panen di tingkat petani sangat bagus. Setiap hari, petani bisa panen dari 50 kuintal hingga 70 kuintal per hari. Luas lahan cabai di kawasan pesisir Kulon Progo seluas 150 hektare.

"Kami berharap pemerintah ikut membantu petani, ketika harga cabai rendah. Kenapa pemerintah hanya turun saat harga cabai mahal, bagaimana dengan kami saat harga rendah," kata Sukarman.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Eko Purwanto mengatakan pihaknya memiliki dua agenda pokok untuk komoditas cabai yakni budi daya dengan panen segar dan pengolahan. Petani di Kulon Progo sudah dibekali proses budi daya dengan panen segar, yakni cabai hasil produksi dijual saat harga bagus, dan ditunda jual saat harga jauh.

Dinas juga memberikan pelatihan kepada petani bagaimana mengolah cabai dengan berbagai macam olahan cabai. Harapannya, saat harga anjlok, petani mengolah cabai dengan berbagai macam olahan.

"Namun, petani tidak melakukan apa yang telah kami berikan kepada mereka. Kami juga sudah memberikan peralatan pengolahan cabai. Jiwa usaha mereka tidak sampai di situ sehingga petani lebih memilih menjual cabai mereka, meski harga rendah," katanya.


(U.KR-STR)
Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar