Logo Header Antaranews Jogja

Dishub Sleman uji emisi kendaraan di kampus

Kamis, 14 September 2017 21:07 WIB
Image Print
ilustrasi (Foto Antara/Eka Arifa/ags/15)

Sleman (Antara Jogja) - Dinas Perhubungab Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar uji petik emisi kendaraan bermotor di halaman parkir kampus STIE YKPN Yogyakarta, Kamis.

"Kegiatan uji petik emisi kendaraan bermotor ini ternyata mendapat sambutan yang luar biasa dari kalangan kampus setempat, bukan saja dari menajemen yang terdiri dari sekretariat dan dosen, namun banyak juga dari mahasiswa yang membawa? kendaraan roda empat ikut uji emisi," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman Mardiyana.

Uji petik emisi dipimpin langsung Kepala seksi Keselamatan Transportasi Bidang Transportasi Dinas Pehubungan Kabupaten Sleman Bambang Sumedi Laksono.

"Uji petik emisi kendaraan bermotor ini bertujuan menyosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya perawatan kendaraan bermotor terutama roda empat agar secara rutin melakukan perawatan," kata Mardiyana.

Menurut dia, disamping kendaraan tersebut akan tahan lama juga akan menjaga polusi udara dengan asap knalpot yang keluar dari kendaraan.

"Uji petik emisi tersebut juga sebagai upaya pelestariaan lingkunmgan hidup dari polusi udara yang diakibatkan gas buang kendaraan bermotor. Juga sebagai upaya sosialisasi kepada masyarakat pemilik kendaraan bermotor roda empat melalui kampus," katanya.

Ia mengatakan, uji petik emisi dilakukan di lingkungan kampus dengan maksud agar masyarakat mengikuti dan meniru langkah yang diambil kalangan akademisi.

"Para pendidik saja mengikuti uji petik emisi kendaraan bermotor, maka diharapkan masyarakat juga mengikutinya," katanya.

Kasi Keselamatan Transportasi Bidang Transportasi Dinas Pehubungan Kabupaten Sleman Bambang Sumedi Laksono menambahkan bahwa uji emisi gas buang kerndaraan bermotor roda empat telah berlangsung selama empat kali.

"Pada 5 September 2017 di Universitas Negeri Yogyakarta total kendaraan yang diuji 111 dengan perincian 17 kendaraaan berbahan bakar solar yang lulus sembilan dan yang tidak lulus delapan. Sedang kendaraan bermotor bahan bakar bensin 94 yang lulus 87 dan yang tidak lulus tujuh," katanya.

Kemudian 7 September 2017 di Universitas Atmajaya Yogyakarta, kendaraan yang diuji 75, dengan 11 di antaranya berbahan bakar solar dan sisanya bensin.

"Yang lulus untuk solar lima, sedang yang berbahan bakar bensin yang lulus 60," katanya.

Selanjutnya pada 12 dan 13 September di UGM Yogyakarta dengan jumlah kendaraan yang diuji sebanyak 252, yang berbahan bakar solar sebanyak 46 dan sisanya berbahan bakar bensin.

"Sementara yang berbahan bakar solar lulus uji emisi 22, dan yang berbahan bakar bensin yang lulus sebanyak 201 kendaraan," katanya.

Bambang mengatakan, uji petik emisi yang dilakukan di STIE YKPN ada 75 kendaraan, yang terdiri tujuh kendaraan berbahan bakar solar dan 68 berbahan bakar bensin. Dengan hasil ?kendaraaan berbahan bakar solar yang lulus hanya satu dan yang tidak lulus enam, kendaraan berbahan bakar bensin yaang diuji 68 yang lulus 66 dan yang tidak lulus hanya dua.

"Hingga total kendaraan bermotor yang diuji selama lima hari ada 513 kendaraan yang terdiri berbahan bakar solar ada 81 yang lulus ada 37 kendaraan, yang tidak lulus 44 kendaraan. Sementara yang berbahan bakar bensin ada 432 yang lulus uji emisi sebanyak 414 dan yang tidak lulus hanya 18 kendaraan," katanya.
V001



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026