Pemkab diharap mencarikan investor objek wisata rintisan

id kulon progo

Kabupaten Kulon Progo (Foto Istimewa)


Kulon Progo (Antara Jogja) - Pelaku wisata di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan pemerintah setempat mencarikan investor untuk mempercepat pekembangan objek wisata yang mereka rintis.

Salah satu pengelola Bunga Krisan Samigaluh Suharso di Kulon Progo, Rabu, mengatakan, saat ini masyarakat di Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh mengembangkan kawasan bunga krisan seluas 1,2 hektare di tanah kas desa.

"Kami sudah melaksanakan pembangunan untuk pengembangan kawasan bunga krisan yang mengandalkan anggaran penerintah desa yang terbatas. Kami berharap pemkab memfasilitasi untuk mencarikan calon investor," kata Suharso.

Ia mengatakan agrowisata bunga krisan ini di bawah unit usaha milik badan usaha milik desa (BUMDes). Di sisi lain, rencana pembangunan kawasan bunga krisan membutuhkan anggaran yang banyak. "Apakah bisa investasi masuk karena dikelola oleh BUMDes," katanya.

Selanjutnya, salah satu pengelola taman Waduk Sermo Pujo mengatakan Waduk Sermo semakin ramai wisatawan, apalagi ke depan ada bandara. Masa depan objek wisata cerah.

Di Waduk Sermo, wisatawan tidak hanya menikmati wisata alam, tapi juga wisata pendidikan. Sehingga, masyarakat di sekitar waduk, mulai mengembangkan taman bermain, seperti Bukit Jangkang untuk mendukung kebaradaan Waduk Sermo.

"Mohon potensi Waduk Sermo dikelola. Di sana belum ada gardu pandang, sehingga sangat potensi dikelola karena pengunjungnya banyak. Kami berharap pemkab membantu promosi potensi wisata, sehingga ada investor yang mau masuk," harapnya.

Kepala Bidang Pengawasan dan TI Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo Herismoyo mengharapkan pelaku wisata memberikan informasi objek wisata yang mereka rintis untuk dipromosikan kepada calon investor.

"Data tersebut akan masuk dalam peta investasi. Kami akan membantu mempromosikan potensi-potensi wisata yang masih membutuhkan investor," katanya. KR-STR
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar